Berita

TNI/POLRI GARDA TERDEPAN, SEKALIGUS BENTENG TERAKHIR BANGSA

Dibaca: 132 Oleh 18 Mei 2011Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Akhir-akhir ini bangsa Indonesia menghadapi ancaman yang cukup serius terkait dengan terorisme, radikalisasi, konflik horizontal maupun semakin masifnya gerakan negara Islam Indonesia, dalam melakukan rekrutmen terhadap masyarakat, demikian dikatakan Panglima TNI dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Ismono Wijayanto pada Upacara Bendera Gabungan TNI/Polri Garnisun Madiun, Rabu (18/5), di Aloon-Aloon Madiun. 

Hal tersebut menurut Panglima TNI dikarenakan masih lemahnya tali perekat rasa kebangsaan maupun semangat nasionalisme terhadap bangsa Indonesia. Ancaman tersebut tidak boleh dibiarkan sampai berlarut-larut, karena disamping dapat mengurangi kewibawaan pemerintah juga sangat mengganggu ketenangan masyarakat, yang pada muaranya dapat menimbulkan keresahan sosial. 

Dijelaskan, TNI sebagai garda terdepan dan sekaligus sebagai benteng terakhir bangsa, harus senantiasa menjunjung tinggi komitmen untuk mempertahankan dan membela keempat pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) yang menjadi konsensus dasar dalam berbangsa dan bernegara. 

”Dengan demikian TNI akan tetap konsisten dan berkomitmen menindak tegas terhadap oknum-oknum kelompok maupun golongan tertentu dalam masyarakat yang berkeinginan untuk menggoyang empat pilar yang sudah menjadi konsensus bangsa ini”, tegas Panglima TNI. 

Baca juga:  KAS KOOPSAU I PIMPIN PERTEMUAN "EIS 2007"

Hadir pada upacara bendera gabungan TNI/Polri Garnisun Madiun tersebut, Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Benny Indra Pujihastono, Dandepohar 2, Kolonel Lek Hadi Suwito, Dandepohar 60, Kolonel Tek Gunadi Haryadji, serta pejabat TNI/Polri lainnya.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel