Berita

Tournament PUBG Danlanud RHF Cup Resmi Dibuka

Tournament PUBG Danlanud RHF Cup Malam ini Resmi Dibuka
#TNIAU 

TNI AU.  Pangkalan TNI Angkatan Udara Raja Haji Fisabilillah yang bekerja sama dengan Havana Group dan OK Group Event Organizer menggelar Tournament Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) yang bertempat di Lapangan Olahraga Lanud Raja Haji Fisabilillah, Selasa (19/11/2019).

Sebanyak 42 team bertanding dalam bertahan hidup dan saling berusaha menjadi pemenang dalam permainan yang sangat populer dikalangan anak muda tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Lanud RHF menggelar pertandingan selama 4 hari mulai 19 hingga 23 November 2019 agar seluruh peserta dapat berlomba dengan maksimal.

Game PUBG merupakan salah satu game E-Sports dengan jenis Battle Royal di mana peserta harus bertahan hidup bertempur melawan 100 pemain lain dan menjadi team terakhir untuk hidup. Para pemain memulai dengan terjun dari sebuah pesawat dengan menggunakan parasut ke berbagai lokasi dan berlomba mencari perlengkapan serta senjata untuk bertahan hidup. Zona bermain PUBG akan semakin diperkecil setiap saat sehingga mempersempit gerak pemain dan membuat peserta menjadi tidak aman dan saling serang untuk menjadi pemain terakhir dan memenangkan “Chiken Dinner”.

Baca juga:  Komandan Lanud Maimun Saleh Menghadiri Malam Pawai Obor

Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb Andi Wijanarko dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Operasi Lanud RHF Letkol Lek Agus Budi Purwoko, S.T., mengatakan bahwa E-Sports saat ini tengah berkembang pesat di Indonesia, namun masih banyak pihak yang belum mengetahui besarnya potensi  dan manfaat yang bisa didapatkan dari industri tersebut. “Game E-Sports saat in itidak hanya sekedar hiburan, melainkan juga menjadi alat edukasi, periklanan, bahkan bisa memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional, seperti Players, Managers, Casters, Publishers, serta Creators yang telah memiliki karir yang jelas saat ini,” tuturnya.

Danlanud mengutip informasi dari Newzoo, Lembaga Analis E-Sports Global, bahwa sejak 2017 lalu, Indonesia telah menjadi pasar E-Sports terbesar di Asia Tenggara dan menempati urutan ke-16 dunia sebagai negara yang memiliki pendapatan tertinggi dari Industri E-Sports. “Oleh karena itu kehadiran E-Sports harus didukung sedini mungkin agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang terkemuka salah satunya dalam sektor ini,” jelasnya.

Danlanud berharap dengan Tournament tersebut dapat melahirkan atlet-atlet E-sports muda asal Kepulauan Riau yang berprestasi tingkat nasional dan internasional. “Sehingga dapat mengharumkan nama daerah Kepulauan Riau khususnya dan Republik Indonesia pada umumnya,” tutup Danlanud mengakhiri sambutannya.

Baca juga:  Pengendalian dan Pengawasan Bangfas Dipa 2019 di Lanud Sim

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel