Berita

TRADISI PEMBARETAN POMAU

Dibaca: 599 Oleh 02 Jun 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

“Pembaretan mempunyai arti dan makna, bahwa sejak hari ini kalian telah resmi menjadi keluarga besar Polisi Militer TNI AU, yang dituntut untuk menjadi contoh tauladan bagi seluruh personel TNI AU Lainnya,”.   Demikian antara lain Amanat Komandan Pusat Polisi Militer TNI AU Marsma TNI Sudipo Handoyo selaku Inspektur Upacara pada Upacara Pembaretan Siswa Sejurba Pomau Angkatan ke-23.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut Irup menyatakan bahwa Pomau mempunyai tugas pokok melaksanakan penyelidikan kriminal, pengamanan fisik, penegakkan tata tertib dan disiplin, penegakan hukum bagi kepentingan TNI AU.

Disisi lain lanjut Danpuspomau menekankan agar Anggota Pomau harus dapat bertindak, bersikap sebagai aparatur penegak hukum yang dapat berkerja secara jujur, adil dan berani menegakkan kebenasran.

Pembaretan Sejurba Pomau Angkatan ke- 23 diikuti 20 siswa, yang sebelumnya telah melaksanakan Tradisi pembaretan selama 3 hari di daerah Boyolali dan sekitarnya. Tradisi yang dilaksanakan meliputi : Penghadangan, penyergapan, ber-Bivak, pengintaian, penggerebekkan, pengejaran, pembersihan dan mandi suci di Pengging. Siswa Sejurba Pomau Angkatan ke-23 menempuh pendidikan selama lima bulan di Skadik 405 Lanud Adi Soemarmo. Upacara pembaretan dilaksanakan di lapangan Upacara Lanud Adi Soemarmo diikuti oleh seluruh anggota serta siswa Sejurba Pomau angkatan ke-23. Hadir dalam acara tersebut Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Pnb Hadi Tjahjanto, S.IP, Komandan Depohar 50 Kolonel Lek Ir. Junianto serta para Pejabat Staf Lanud Adi Soemarmo .

Baca juga:  INOVASI KOHARMATAU HEMAT ANGGARAN103 MILIAR, KASAU BERI APRESIASI

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel