Berita

TRADISI YANG DIANGGAP SIA-SIA

Dibaca: 21 Oleh 26 Nov 2012Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Hanya dalam hitungan jam, seseorang dapat mengelilingi dunia tanpa mengeluarkan tenaga/keringat dan sudah sampai tujuan yang diinginkan. Hal itu bisa terwujud karena teknologi hasil karya cipta manusia. Teknologi terus berkembang sehingga kehidupan manusia ditopang oleh hasil karya ciptanya sendiri.

Saat ini dunia memang sudah sangat modern dan dipenuhi teknologi ekstra canggih. Akan tetapi patut disayangkan kemampuan daya pikir manusia yang terus berkembang ini lantas melupakan tradisi leluhurnya yang sebenarnya harus dilestarikan. Bahkan sebagian besar masyarakat menganggap tradisi tersebut sebagai tindakan sia-sia dan tidak ada gunanya.

Sebagai manusia yang berfikir modern seharusnya bisa berjiwa besar dan mencoba untuk memahami sesuatu yang belum diketahui, bukan menghakimi dan memfonis bahwa sesuatu itu sebagai tindakan sia-sia dan menyimpang dari ajaran agama. Seandainya semua orang di negeri ini berpendirian sama seperti itu, maka sudah dapat dipastikan bahwa beberapa tahun kedepan tradisi dan budaya bangsa yang bernilai sangat tinggi ini, akan hangus dengan sendirinya tanpa campur tangan bangsa lain.

Baca juga:  Lanud Sulaiman Terima KK-I Pasis Seskoau A-52

Menyikapi kenyataan itu, TNI Angkatan Udara yang merupakan bagian dari elemen bangsa berupaya ikut ambil bagian melestarikan tradisi dan budaya yang nyaris ditinggalkan oleh bangsanya sendiri.

Bertempat di Pangkalan TNI AU Abdulrachman saleh, baru-baru ini Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufa’at yang berpendirian modern menggelar tradisi ruwatan dengan maksud melestarikan budaya bangsa yang adi luhung ini, seraya memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar elemen bangsa ini terhindar dari petaka dalam setiap pelaksanaan tugas-tugasnya dalam menjaga kedaulatan negara.

Tradisi Ruwatan yang digelar di Bumi Lembah Bromo kali ini mengikutsertakan para Perwira, terdiri dari para Komandan Skadron Udara dan Komandan Lanud yang memiliki Skadron-Skadron Udara. Disamping meruwat para komandan, pagelaran ruwatan kali ini juga meruwat alutsista yang dimiliki TNI AU termasuk pesawat Super Tucano yang baru beberapa bulan dioperasikan di Skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh.

Pelaksanaan Tradisi Ruwatan yang awali dengan Pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki. Gutoyo dari Ngawi Jawa Timur ini dipenuhi warga masyarakat sekitar Lanud Abd Saleh yang tetap setia Nguri-uri tradisi leluhur yang memang pantas untuk dipertahankan kelestariannya.

Baca juga:  Ketua Dharma Pertiwi Kunjungi TK Angkasa Lanud Rembiga

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel