Berita

Trauma Healing di Musdirla

Dibaca: 5 Oleh 29 Nov 2010Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Panitia Perayaan Hari Besar Umat Kristiani TNI/Polri, Jum’at (26/11) menggelar Aksi Sosial Natal 2010. Aksi yang bertujuan untuk berempati sosial kepada sesama khususnya para korban Gunung Merapi ini melibatkan semua unsur, baik dari TNI, Polri, PNS, BUMN dan BUMD se Propinsi DIY.

 

Mayor Sus Yos Bintoro, Pr selaku Kasi Aksi Natal menjelaskan dalam aksi yang melibatkan berbagai unsur itu, para personel yang terlibat sengaja menggunakan uniform masing-masing karena hal ini bertujuan untuk menunjukkan kebhinekaan. Namun demikian, lanjut Mayor Sus Yos Bintoro, walaupun beraneka seragam tetapi tetap bersatu.

 

Lebih lanjut Mayor Sus Yos Bintoro menuturkan, dalam Aksi Sosial Natal 2010, panitia tidak hanya membagi sembako di Posko Merapi Somohitan-Forum Persaudaraan Umat Beragama di Daleman Girikerto Turi Sleman saja, namun juga melakukan komunikasi sosial dan sharing untuk memberikan kesejukan kepada para pengungsi.

 

Untuk memberi hiburan, panitia Aksi Sosial Natal 2010 mengajak 80 anak pengungsi dari Pulowatu Girikerto untuk mengunjungi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Selama di museum, anak-anak pengungsi melakukan berbagai permainan yang dikemas dalam Dinamika Kelompok Relawan.

Baca juga:  Pangkoopsau II Kuker Ke Lanud Abd

 

Sementara itu, Minggu (28/11) Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala kembali menjadi arena bermain anak-anak pengungsi korban Gunung Merapi. Rombongan anak-anak ini berasal dari Posko Peduli Bencana Merapi Dusun Tlogowono Berbah Sleman.

 

Anton Wijaya selaku Koordinator Posko menjelaskan, rombongan tersebut berjumlah 100 anak pengungsi yang sebelumnya tinggal di Desa Glagah harjo Kecamatan Cangkringan. Anton memaparkan kunjungan anak-anak ke Museum Dirgantara selain untuk mengenalkan dan mendekatkan anak-anak pengungsi kepada TNI AU lewat koleksi museum tersebut, juga dalam rangka trauma healing sekaligus memberi hiburan.

 

“Kegiatan trauma healing diberikan dengan model permainan di luar ruangan,” jelas Koordinator Posko yang juga relawan dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini.

 

Saat meninjau kegiatan, Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Letkol Sus Drs. Sudarno mengatakan bahwa museum menyambut gembira apabila koleksi dan areal museum dapat menjadi sarana trauma healing bagi anak-anak pengungsi Merapi. Kepala Museum berharap semoga melalui berbagai kegiatan yang digelar para relawan di museum, dapat meminimalkan dampak negatif psikologis anak-anak pengungsi.

Baca juga:  Danlanud Ngurah Rai Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel