Berita

Tri Matra Latihan Gultor “Counter Hijacking at the Sea” di Batam

Dibaca: 13 Oleh 03 Des 2013Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

TNI kembali menggelar latihan Satuan Penanggulangan Teror Tahun 2013 yang ke VIII bertemakan“Counter Hijacking at the Sea” di perairan Batam Kepulauan Riau. Senin (2/12).

Dalam skenario latihan, dilaporkan bahwa ada kapal milik Indonesia dibajak oleh kelompok teroris di perairan Batam. Profesionalisme kekuatan Tri Matra (AD, AL, AU) serta didukung manuver dari pesawat yang melakukan penerjunan di laut maupun di kapal sasaran, Sea Rider bergerak cepat mendekati sasaran. Kemudian didukung gerakan helikopter yang menerjunkan prajurit TNI ke sasaran, akhirnya teroris yang menguasai kapal dapat dilumpuhkan sekaligus menangkap gembong teroris dalam waktu singkat.

Latihan yang dilaksanakan dua tahap, yakni tahap pertama di Cilandak dan tahap kedua di Perairan Batam tersebut, bertujuan untuk mewujudkan kesiapan operasional Satgas Operasi Khusus TNI yang merupakan gabungan unsur-unsur Sat-81, Denjaka dan Denbravo’90 beserta unsur pendukungnya dengan sasaran untuk meningkatkan kemampuan unsur pimpinan dan staf, tersusunnya rencana operasi khusus TNI, meningkatnya kemampuan interoperability dan meningkatnya kesiagaan operasional pasukan khusus TNI.

Baca juga:  LANUD TARAKAN MENDAPAT PENGHARGAAN DARI PANGDAM VI MULAWARMAN

Latihan ini melibatkan sejumlah peralatan antara lain, 1 unit pesawat Hercules C-130, 2 unit Helly Bell TNI AL, 1 unit Cassa TNI AL, 1 unit KRI LPD, 4 unit Sea Rider, 6 unit Rubber duck dan 10 unit PK SAR.

Setelah menyaksikan latihan, Panglima TNI secara resmi menutup latihan Satgultor TNI tahun 2013 dengan upacara militer di perairan Batam, tepatnya di atas geladak KRI Banda Aceh. Menurut Panglima TNI, membaca prediksi tantangan nasional kedepan, TNI dituntut untuk terus memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi berbagai trouble spot yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Untuk itu di akhir amanatnya Panglima TNI menyampaikan beberapa penekanan diantaranya adanya kesatukan visi dan misi Sat-81, Denjaka dan Denbravo’90 dalam satu ikatan tugas TNI. Hilangkan ego sektoral yang dapat menimbulkan kelemahan dan menjadi penghambat dalam mewujudkan TNI yang profesional, militan dan solid. TNI harus satu persepsi dan menjadi kekuatan utuh dalam tampilan di mata masyarakat dan bangsa Indonesia. Bukan tidak boleh setiap matra atau satuan memiliki tradisi masing-masing dalam membangun soliditas dan solidaritas satuan, tetapi yang tidak boleh bila tradisi itu ditampilkan menjadi dominan yang dapat menunjukkan persaingan antar matra di mata masyarakat Indonesia.

Baca juga:  Danlanud Smo Resmikan Renovasi Gerbang Lanud Adi Soemarmo

Hadir menyaksikan latihan tersebut antara lain Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kasau Marsekal TNI I.B.Putu Dunia dan jajaran, SAF Singapura Brigjen Mark Tan Ming Yiak, Dansesko TNI Marsdya TNI Ismono W. Para asisten Panglima TNI, Kabais TNI Mayjen TNI Erwin Sapitri, Dankodiklat TNI Mayjen TNI Chaidier S.Sakti, serta atase pertahanan negara tetangga seperti Atase Kamboja, Singapura dan Thailand dan pejabat lainnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel