Berita

TUANGKAN IDE & GAGASAN LEWAT ANGKASA CENDIKIA

Dibaca: 10 Oleh 17 Sep 2010Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Setiap warga negara mempunyai hak untuk menyampaikan gagasan dan pendapatnya, namun dalam tradisi keprajuritan ada kaidah-kaidah yang harus dipenuhi dalam menyalurkan ide, gagasan dan pemikirannya yaitu peraturan perundang–undangan yang berlaku dan kode etik keprajuritan yaitu undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Delapan Wajib TNI.

Demikian disampaikan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.I.P, dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Personel Letkol Pnb Syamsul Rizal, pada upacara bendera 17-an dan apel khusus Idul Fitri 1431 Hijriah, di Lapangan Dirgantara Lanud Iswahjudi, Jum’at, (17/9). Yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Iswahjudi dan Insub.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa, dalam setiap pengambilan keputusan yang penting dan strategis pada level angkatan sampai tingkat negara, ada mekanismenya yang melibatkan staf ataupun menteri terkait. Apabila sesuatu sudah menjadi keputusan, maka setiap anggota harus loyal terhadap putusan tersebut dan melaksanakan putusan dengan penuh tanggung jawab.

Namun demikian, masih menurut Kasau, bagi personel yang ingin menyalurkan ide, gagasan dan pemikiran yang bersifat kritik, masih diberikan ruang, namun terbatas pada mimbar akademik yaitu pendidikan Sesko Angkatan, Sesko TNI dan Lemhanas.   Sedangkan kritik secara terbuka yang bersifat menyerang atasan baik secara organik maupun berskala nasional tidak dibenarkan sama sekali.

Baca juga:  Aset TNI AU Harus di Jaga

”Dalam pembinaan olah pikir dan olah tulis bagi keluarga besar TNI AU, saya himbau untuk terus meningkatkan olah pikir dan tradisi penguasaan teknologi.   Tuangkan ide dan gagasan saudara dalam tulisan, salurkan kepada Dinas Penerangan TNI AU yang mewadahinya, dalam terbitan yang akan menampung ide dan gagasan saudara, melalui buku Angkasa Cendikia maupun majalah Suara Angkasa yang diterbitkan secara periodik”, lanjutnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel