Pustaka

Umar Fathurrohman, Demi Tugas Keluarga Sering Ditinggalkan

Dibaca: 167 Oleh 12 Mar 2012Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

AKARTA, (PRLM).- Sebagai penerbang TNI Angkatan Udara (AU), Umar Fathurrohman, S.I.P. banyak mengalami suka duka. Banyak pengalaman yang menyenangkan saat menerbangkan pesawat ke beberapa wilayah. Namun, di sisi lain, Umar pun jadi sering meninggalkan keluarga. “Tuntutan tugas mengharuskan saya, terbang ke beberapa wilayah. Repotnya keluarga sering ditinggal, bahkan saat istri melahirkan, saya pun tidak bisa mendampingi,” kata pria kelahiran Jakarta 8 Oktober 1968 ini.

Putra dari pasangan almarhum Mayor CPM Purn Waridi Ma’ruf Darmoatmodjo dan Hj. Robingatun Purwoatmodjo ini memang dibesarkan di keluarga militer. Selain ayahnya yang seorang tentara, kakak, adik, dan saudara Umar banyak juga yang berdinas sebagai TNI atau Polri. Umar sendiri masuk Akademi Angkatan Udara tahun 1986. Pada tahun 1990 Umar lulus dengan menyandang pangkat Letnan Dua.

Usai menyelesaikan pendidikan, Umar melanjutkan dengan mengikuti berbagai pelatihan Dia mendapat jabatan Pasis (Sarcab Tahap I) Akademi TNI AU pada 1990, Pasis (Dik Sekbang) Lanud Adisutjipto 1991, Pa Penerbang Skadud 14 Lanud Iswahhyudi 1993, kemudian Umar juga di-BKO-kan menjadi Penerbang PT Garuda Indonesia, setelah itu dilanjutkan dengan jabatan Penerbang Skadud 17 Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta. Jabatan yang sekarang dipegang, yakni Kasubdis Dispotdirga.

Baca juga:  Super Tucano TNI AU

Umar mengungkapkan, dirinya saat pertama bukan menjadi pilot Hercules, namun sebagai penerbang Hawk dan ditempatkan di Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. Selama satu tahun Umar bertugas di sana. Setelah itu, Umar menjadi pilot Garuda Indonesia setelah lulus kualifikasi dan bertugas selama tiga setengah tahun. Namun, Umar akhirnya memutuskan untuk kembali bergabung dengan TNI AU dengan pengalaman menerbangkan Hawk MK-35, Fokker 28, dan Boeing 737. Sekarang jam terbang Umar mencapai 5.300 jam.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/180008

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel