TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Undang 200 Anak Yatim, Sebuah Ketauladanan

BUBER_2018

TNI AU. Momentum indahnya Ramadhan, bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan tahun ini, membuat Komandan Lanud Abd Saleh Marsekal Pertama TNI Andi wijaya, S.Sos. berbagi kebahagiaan dengan mengadakan buka puasa bersama serta memberikan santunan dan bingkisan kepada 200 anak yatim piatu yang berdomisili di Kecamatan Pakis dan Blimbing khususnya lingkungan Lanud Lanud Abd Saleh , Rabu, 30/5 di Masjid Abdurrahman, Lanud Abd Saleh. Acara buka bersama tersebut sekaligus memperingati Nuzulul Qur’an 1439 H/2018 M.

Sembari menunggu adzan magrib berkumandang Danlanud Abd Saleh menyampaikan bahwa acara buka puasa bersama ini selain merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia, sekaligus sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi, menjaga persaudaraan dan kekeluargaan diantara kita semua, sehingga terjalin sinergitas dalam rangka pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit TNI.

Menurutnya, acara buka bersama dengan anak yatim piatu ini, selain sebagai wujud perhatian dan kepedulian, juga sebagai bentuk empati, juga sebuah ketauladanan yang harus dilaksanakan, bukan riya’. Dengan harapan agar bisa menjadi contoh bagi warga maupun anak buah dalam kehidupan sosial, papar Danlanud Abd.

Sementara ustadz. H. Anas Fauzi M.Si.selaku penceramah mengupas tentang pentingnya menyantuni anak yatim, dan doanya adalah sangat mustajab. Selain itu ustadz juga menambahkan bahwa diharamkan masuk surga kepada orang yang dalam perutnya berisi barang haram, bakhil kepada anak yatim, berani kepada orang tua, berbuat seperti benar tapi gak benar (tawali).

Acara yang dikemas dengan suasana santai dan penuh keakraban tersebut juga dihadiri Pangdiv 2 Kostrad Singosari, Para Pejabat Lanud Abd Saleh beserta Insub dan keluarga, Komandan Korem 083 /Bdj-Malang, Komandan Kodim 0818 Malang, Kapolresta Malang, Pejabat Forkompimda Se-Malang Raya, Kupt Bandara Abd Saleh.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Undang 200 Anak Yatim, Sebuah Ketauladanan