Berita

Upacara 17 an di Kodikau.

Dibaca: 5 Oleh 20 Mei 2010Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

“Merefleksikan Tugas dan peran TNI di tahun 2009 yang senantiasa menjaga netralitas dan melaksanakan tugas perbantuan kepada Polri dalam rangka pengamanan pesta demokrasi sehingga stabilitas keamanan nasional dapat terjaga dengan baik serta penanggulangan bencana yang terjadi di beberapa wilayah NKRI, penugasan sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia (peacekeeping force), telah terbukti berhasil dan diakui oleh dunia Internasional. Untuk itu, secara berkesinambungan TNI senantiasa bekerjasama dengan semua instansi secara vertical dan horizontal, baik pusat maupun daerah, melaksanakan penjagaan/pengawalan dan pemberdayaan wilayah pertahanan di wilayah perbatasan dan  pulau-pulau terluar serta melaksanakan pengamanan di wilayah rawan konflik tersebut”.

Demikian amanat Panglima TNI Jenderal TNI yang dibacakan Komandan Kodikau Marsma TNI Daryatmo, S.IP pada upacara 17 an di lapangan Upacara Kodikau, Senin (18/1) yang dihadiri oleh Wadan Kodikau Marsma Dede Rusamsi serta para Direktur Kodikau.

Selanjutnya Panglima TNI juga menyatakan Kebijakan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan program dan anggaran TNI tahun 2010 adalah peningkatan kesajahteraan prajurit dan PNS TNI beserta keluarganya.

Baca juga:  Ketaatan kepada Allah SWT faktor utama pengabdian

“Sasaran-sasaran program apapun yang kita miliki dapat berdaya guna dan berhasil guna bila fungsi kontrol yang kita miliki secara kelembangaan pada setiap strata organisasi dapat berjalan secara optimal. Langkah pengawasan yang diambil TNI adalah meningkatkan sistem manajemen pengawasan dan mencegah terjadinya penyimpangan, serta melaksanakan pengawasan melekat terhadap semua kegiatan operasional, terutama penggunaan anggaran serta pengadaan barang dan jasa, guna efesiensi dan menghindari terjadinya penyelewengan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan TNI pada tahun 2010 ini, dapat memperoleh penilaian yang lebih baik lagi, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian,”  

Diakhir amanatnya Panglima TNI juga menekankan beberapa hal antara lain,  Mantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas, kehidupan dan bernegara, Menjunjung tinggi nilai dan semangat kebangsaan demi tetap kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa serta tetap tegaknya kedaulatan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Udang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Tingkatkan kewaspadaan dengan mencermati dan mengantisipasi perkembangan situasi secara terus menerus terhadap adanya ancaman yang merongrong kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan senantiasa memegang teguh disiplin keprajuritan dengan berpedoman Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Mentaati hukum dan hormati Hak Azasi Manusia, bina soliditas satuan, tegakkan rantai komando dan mantapkan kesatuan komando di setiap strata kepemimpinan satuan TNI, sehingga terwujud loyalitas tegak lurus yang jelas dan tegas.

Baca juga:  Prajurit Skadron Udara 1 Tingkatkan Kemampuan Menembak

Setelah melaksanakan upacara 17 an Kodikau juga melaksanakan ibadah rutin yang dilakukan setelah pelaksanaan upacara 17 an, antara lain ibadah bersama bagi umat muslim yang dilaksanakan di GOR Ganesha dipimpin oleh K.H. Syarif Rahmat, SQ yang dihadiri oleh Dankodikau beserta ibu Daryatmo S.IP, para pejabat teras Kodikau dan Komandan Satuan Jajaran, PIA AG Gab.II Kodikau, anggota Kodikau dan siswa Skadik 502 dan 504 Wingdikum, sedangkan untuk umat Nasrani di ruang Rapat Suryadharma dipimpin oleh Pdt. Welly Octavianus Mawa M.Th dengan tema.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel