Berita

Upacara 17-an di Lanud Ranai

Dibaca: 3 Oleh 20 Mei 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Upacara Bendera 17-an dilaksanakan di Pangkalan TNI AU Ranai, dipimpin oleh Komandan Lanud Ranai, Letkol Pnb Bambang Somantri, serta diikuti para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil di lapangan Dirgantara Lanud Ranai, Senin, (18/01).

Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dalam sambutannya yang dibacakan oleh Komandan Lanud Ranai, Letkol Pnb Bambang Somantri, mengatakan di awal tahun 2010 ini, dinamika kehidupan nasional, khususnya di bidang sosial dan politik, dirasakan cukup mengemuka.   Kita bersyukur, berkat kesadaran dan pengertian seluruh komponen bangsa, dinamika sosial dan politik selama ini masih dalam koridor dan batas toleransi, sehingga kondisi stabilitas nasional tetap kondusif.  Namun demikian, sebagai Bhayangkari Negara, kita tidak boleh lengah dan harus siap sedia, agar setiap saat dapat dikerahkan untuk membantu mengatasi setiap kemungkinan yang bakal terjadi demi keselamatan Negara.

Mencermati perkembangan lingkungan strategis dan persepsi ancaman kedepan baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, TNI tengah menyusun Program Pembangunan Kekuatan yang menuju kepada kebutuhan pokok minimum dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI dan menciptakan daya tangkal terhadap segala ancaman.  

Baca juga:  Lanud Soewondo Dapat Pelatihan Budidaya Ikan Lele

Prioritas yang ingin dicapai pada T.A.2010 adalah melanjutkan Program Pembangunan Kekuatan TNI berupa, pembentukan satuan baru dan peningkatan status satuan untuk mencapai Kekuatan Pokok Minimum, modernisasi Alutsista untuk memantapkan dan mengembangkan kekuatan Matra Darat, Matra Laut dan Matra Udara serta meningkatkan serta meningkatkan profesionalisme personel, yang meliputi kualitas dan kuantitas personel, penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib prajurit serta kesejahteraan prajurit dan PNS TNI.

Menurut Panglima TNI, program pembangunan kekuatan tersebut terkait pula dengan upaya menegakkan NKRI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang di nilai rawan konflik sebagai akibat belum tuntasnya perundingan batas wilayah serta kesenjangan sosial dan ekonomi, antara penduduk perbatasan negara tetangga dengan negara Indonesia.

Untuk itu, secara kesinambungan TNI senantiasa berkerjasama dengan semua instansi secara vertikal dan horizontal, baik pusat mau pun daerah, melaksanakan penkjagaan/pengawalan dan pemberdayaan wilayah pertahanan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar serta melaksankan pengamanan di wilayah rawan konflik tersebut,  Dalam konteks ini, TNI sangat mendukung langkah pemerintah membentuk Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Terpadu dan Badan Pengelola Daerah Perbatasan Terpadu.

Baca juga:  Peringati HUT ke-73 Korpaskhas, Yonko 462 Paskhas Melaksanakan Ziarah

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel