Berita

UPACARA 17AN DI LANUD HALIM

Dibaca: 7 Oleh 18 Apr 2011Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Seiring dengan proses tumbuh dan berkembangnya perilaku Demokrasi, kita sering menemukan berbagai praktek yang dapat menciderai makna Demokrasi, dalam hal kebebasan berpendapat dan kesetaraan yang dipraktekkan dengan berbagai cara dan metoda, masih dijumpai tindakan-tidakan yang justru bertentangan dengan makna dan roh demokrasi. 

Hal itu disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E dalam sambutan tertulis yang dibacakan Komandan Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Ir. Tri Bowo Budi S., MM selaku Inspektur Upacara pada Upacara Bendera 17an, di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (18/4). Upacara diikuti oleh para Perwira, Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil dari Lanud Halim Perdanakusuma, Dissurpotrudau, Dispsikologi, dan Bekmatpus. 

Lebih lanjut disampaikan Panglima TNI hal seperti itu merupakan bias-bias dalam etika politik yang mencerminkan belum adanya keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab, baik melaluli aksi-aksi maupun melalui pelemparan isu dan tema-tema yang bernuansa sensasi, khususnya yang menyangkut eksistensi TNI. Jelas Panglima TNI. 

Baca juga:  SYUKURAN KEBERHASILAN AMSO 2017 DI LANUD SULTAN HASANUDDIN

Dalam kaitan itu Panglima TNI minta kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk tidak bersikap reaktif terhadap segala isu yang berkembang dan tetap fokus pada tugas yang diembankan kepada kita, dengan senantiasa terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri, guna membangun kompetensi dalam rangka meningkatkan kinerja, sebagai konsekuensi dari Remunerasi yang diberikan Negara, Tekan Panglima TNI.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel