Berita

UPACARA BENDERA 17-AN BULAN FEBRUARI 2013 DI LANUD PALEMBANG

Dibaca: 6 Oleh 19 Feb 2013Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Upacara bendera 17-an yang rutin dilaksanakan oleh satuan-satuan jajaran TNI Angkatan Udara pada setiap bulan, Senin (18/2), diselenggarakan di Lanud Palembang, bertempat di lapangan upacara Malanud. Bertindak selaku Irup, Komandan Lanud (Danlanud) Palembang, Letkol PNB Adam Suharto, diwakili Kepala Dinas Operasi (Kasis Ops), Mayor LEk Komarudin, S.T. Upacara diikuti seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, PNS serta Kompi Batalyon 462 Paskhas yang berada di Palembang dalam rangka melaksanakan tugas operasi pengamanan asset tanah TNI AU.

Pada upacara yang berlangsung hikmat tersebut, Irup membacakan amanat Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. diantaranya disampaikan bahwa kemajuan pembangunan ekonomi telah mendorong terwujudnya harapan besar terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat sehingga menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya dengan diiringi situasi keamanan yang terjaga dengan baik. Situasi demikian ditinjau dari aspek pertahanan Negara, kemampuan dan profesionalisme TNI juga semakin meningkat. Pembangunan TNI yang dilaksanakan sesuai konsep minimum essential force-mef sehingga TNI tidak hanya terlatih, namun juga memiliki tingkat kesiapan yang memadai dalam penugasan, didukung dengan upaya modernisasi kekuatan dan alat utama system persenjataan. Dan pengadaan alutsista kurun waktu tiga tahun terakhir, semakin memberikan kedewasaan peran bagi TNI sekaligus hikmah yang cukup berarti.

Baca juga:  Pertandingan Sepakbola di Lanud Abd

Disampaikan pula bahwa kesungguhan pemerintah dalam menata pertahanan dan keamanan Negara saat sekarang ini tidak hanya diproyeksikan untuk menghadapi musuh dari luar, namun secara cerdas telah menyiapkan kemungkinan berkembangnya perang hibrida dan masalah terorisme. Oleh karena itu, TNI harus mampu merespon dan segera beradaptasi dengan situasi yang berkembang agar dapat mengantisipasi serta mengatasinya secara cepat dan tepat.

Berkaitan dengan masalah terorisme di Indonesia, meskipun saat ini masih terkendali dan bersifat sporadis, namun harus tetap waspada karena sekecil apapun aksi terorisme merupakan gangguan rasa aman masyarakat sekaligus gangguan terhadap proses pembangunan nasional. Untuk itu, semua komponen bangsa agar memiliki naluri keamanan dan fokus pada upaya pencegahan, penanggulangan melalui aksi kepedulian dan kewaspadaan terhadap situasi lingkungan. Guna menghadapi perkembangan situasi tersebut, jajaran TNI agar tertap menjaga kesiapsiagaan dengan senantiasa meningkatkan kemampuan, baik aspek kemampuan analis maupun aspek kapasitas serta kapabilitas personel dan satuan terhadap fenomena yang terjadi. Untuk itu, keterpaduan, koordinasi dan komunikasi antar matra dan dengan institusi terkait, merupakan kata kunci yang paling penting. tegas Panglima TNI. (Pentak Lanud Palembang).

Baca juga:  JAS 2018 Berjalan Sukses, Spektakuler dan Memukau.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel