Berita

Upacara Bendera 17-an di Kosek Hanudnas III

Dibaca: 3 Oleh 19 Feb 2013Tidak ada komentar
Upacara Bendera 17-an di Kosek Hanudnas III
#TNIAU 

Bertempat di Lapangan Upacara Makosek Hanudnas III Medan, Senin, (18/2), Asisten Operasi Kosek Hanudnas III Kolonel Pnb Umar Fathurrohman, S.IP., mewakili Panglima Kosek Hanudnas III, Marsekal Pertama TNI Sungkono, S.E., M.Si., memimpin pelaksanaan Upacara Bendera 17-an. Upacara yang dilaksanakan secara gabungan tersebut diikuti oleh para Asisten Kosek Hanudnas III, para Kadis Lanud Soewondo, para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Kosek Hanudnas III, Lanud Soewondo serta Kompi “A“ BS Paskhas Medan.

Asops Kosek Hanudnas III membacakan amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. yang dalam amanatnya mengatakan bahwa menghadapi kemungkinan ancaman perang Hibrida, TNI harus mampu merespon dan segera beradaptasi dengan situasi yang berkembang agar dapat mengantisipasi serta mengatasinya secara lebih cepat dan tepat. Lebih lanjut dikatakan, memperhatikan masalah terorisme di Indonesia yang merupakan salah satu ancaman dan gangguan terhadap rasa aman masyarakat serta gangguan terhadap proses pembangunan nasional, kita berharap semua komponen bangsa memiliki naluri keamanan dan fokus pada upaya pencegahan, serta penanggulangan terorisme melalui aksi kepedulian dan kewaspadaan terhadap situasi lingkungannya, karena unsur teroris di Indonesia kini beralih kearah serangan tradisional dalam memperjuangkan ideologi sesuai dengan kepentingannya.

Baca juga:  Satprov Denma Mako Korpaskhas Adakan Pekan Disiplin

Berkaitan dengan perkembangan tersebut, Panglima TNI menekankan kepada seluruh jajaran TNI untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dengan senantiasa meningkatkan kemampuan, baik aspek kemampuan analisis, maupun aspek kapasitas serta kapabilitas personel dan satuan dengan dihadapkan pada perkembangan fenomena yang terjadi. Guna mengefektifkan pelaksanaan tugas-tugas kedepan, Panglima TNI juga memberikan beberapa atensi dan harapan, antara lain yaitu:

Pertama, tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, sebagai wujud amaliah nyata dari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, sekaligus sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas.

Kedua, jaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas antar angkatan maupun dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta seluruh komponen bangsa lainnya.

Ketiga, pegang teguh dan amalkan komitmen “Netralitas TNI” dalam menyikapi dinamika kehidupan politik dengan megedepankan “keterpaduan, koordinasi dan komunikasi” dengan segenap instansi terkait.

Keempat, pegang teguh disiplin, dan loyalitas serta amalkan secara nyata setiap butir “Delapan Wajib TNI”, ditengah kehidupan masyarakat yang sedang mengalami dinamika perubahan, hormati setiap nilai “kearifan lokal” dimanapun para Prajurit dan PNS TNI bertugas dan berada, guna semakin memantapkan “Kemanunggalan TNI-Rakyat”, diatas semangat Bhineka Tunggal Ika dan eliminasi tindakan primitif, brutal, main hakim sendiri, sikap reaktif berlebihan, sehingga tidak perlu terjadi lagi tindakan kekerasan yang dapat menciderai “Kemanunggalan TNI-Rakyat”.

Baca juga:  Saksi Sejarah Penyerangsn PGRS dan PARAKU  Budjang Hasan Tutup Usia

Kelima, laksanakan optimalisasi peran TNI dalam konteks pemberdayaan wilayah pertahanan, perbatasan dan pulau terdepan secara terkoordinasi bersama Pemerintah Daerah, Kementerian Pemberdayaan Daerah Tertinggal, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan instansi terkait lainnya di daerah, dalam rangka membantu percepatan pembangunan nasional, khususnya pembangunan yang dapat menyentuh langsung pada kebutuhan masyarakat.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel