Berita

UPACARA BENDERA 17-AN DI LANUD IWJ

Dibaca: 2 Oleh 17 Apr 2013Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Keterkaitan erat kepemimpinan sipil maupun militer yang bersinergi dan saling menopang, dalam menjaga dan memelihara stabilitas daerah, yang bermuara pada terciptanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis, sehingga program-program pembangunan nasional dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan dapat meredam sedini mungkin setiap gejala yang menghambat proses pembangunan.

Demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Personel Lanud Iswahjudi Kolonel Nav Agus Priyanto, selaku Irup pada upacara bendera 17-an, yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Iswahjudi dan Insub di lapangan Dirgantara Lanud Iswahjudi, Rabu (17/4).

Lebih lanjut dikatakan peristiwa penyerangan terhadap personel TNI di Papua, kasus penyerangan Polres OKU di Sumatera Selatan serta kasus penyerangan LP Cebongan, merupakan evaluasi tersendiri yang perlu dicermati agar tidak mengurangi kapasitas dan kapabilitas TNI, dan tidak berulang kembali dimasa yang akan datang.

Terkait hal tersebut, Panglima TNI meminta kepada seluruh unsur pimpinan dijajaran TNI agar benar-benar mampu memberdayakan segala potensi dan membaca perkembangan situasi dari masing-masing kesatuan, berikut segala permasalahan yang dihadapi sehingga kita dapat meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipatif dan upaya kontruktif dalam rangka menjaga citra TNI, serta meningkatkan kesiapsiagaan satuan, dan profesionalitas prajurit, dan kesejahteraan dilingkungan satuan masing-masing.

Baca juga:  Bulan Dirgantara Dalam Rangka HUT ke-71 TNI AU

Diakhir sambutannya Panglima TNI berharap bahwa setiap prajurit TNI dan PNS TNI, harus senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi, mengembangkan kualitas moral dan profesionalisme seirama tugas yang diembankan dan pengabdian yang dituntutkan kepada TNI.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel