Berita

UPACARA BENDERA 17-AN DI LANUD SUPADIO

Dibaca: 5 Oleh 20 Jan 2016Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Dihadapkan pada perkembangan globalisasi dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi kita menghadapi suatu realitas berupa fenomena adanya revolusi budaya yang tidak mengenal batas ruang dan waktu begitu deras masuk dan mengikis secara perlahan budaya bangsa Indonesia yaitu budaya ketimuran yang penuh kearifan dan keluhuran, mempengaruhi aspek etika, moralitas, budaya, agama dan semua sendi kehidupan masyarakat tidak terkecuali juga telah mempengaruhi pola sikap dan tindakan kehidupan prajurit menjadi retan.

Demikian amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Tatang Harlyansah, S.E pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih tujuhbelasan di Main Apron Lanud Supadio, Senin (18/1).

”Menyikapi fenomena dan dampak negatif di atas perisai dan benteng tangguhnya adalah disiplin yang mencerminkan etika dan moral keprajuritan yang berpegang teguh kepada sapta marga, sumpah prajurit dan 8 wajib TNI,” kata Panglima TNI.

Untuk itu, lanjut Panglima TNI, saya ingin garis bawahi bahwa TNI tidak mengenal kata damai bagi prajurit arogan, komandan satuan tidak akan pernah melindungi prajurit yang melanggar aturan dan hukum. Karena prinsipnya TNI yang melanggar tidak akan menemukan ruang di hati dan simpati rakyat dan menjadi penghalang terwujudnya kebersamaan TNI-Rakyat.

Baca juga:  Pam Aset Lanud Ats Harus Jeli

Upacara yang berlangsung khidmat diikuti seluruh pejabat dan anggota pada satuan kerja di jajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Batalyon Komando 465 Paskhas Brajamusti, Detasemen Hanud 473 dan para Pegawai Negeri Sipil Lanud Supadio

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel