Berita

UPACARA BENDERA 17-AN DI LANUD SUPADIO

Dibaca: 2 Oleh 17 Jun 2010Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Melihat perkembangan lingkungan strategis saat ini cenderung kompleks serta sarat dengan pengaruh isu global seperti demokratisasi, HAM, lingkungan hidup dan krisis ekonomi global, disisi lain kondisi strategis dihadapkan pada keterbatasan anggaran, maka tugas TNI Angkatan Udara mendatang semakin berat namun tetap dilaksanakan dalam rangka kesiap-siagaan satuan-satuan dalam pelaksanaan tugas satuan yang diembannya.

Demikian Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Eddy Suyanto, S.T dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Imran Baidirus S.E pada upacara bendera 17-an di Apron Lanud Supadio, Kamis (17/6).

Lebih lanjut Pangkoopsau I mengatakan, bahwa Pimpinan Angkatan Udara, di tahun 2010 ini telah menetapkan beberapa sasaran pembinaan yang harus diketahui dan dijiwai oleh setiap Angkatan Udara. Sasaran pembinaan jangka pendek adalah tidak terjadinya incident maupun accident dalam satu tahun ke depan. Sedangkan sasaran jangka panjang adalah menjadikan TNI Angkatan Udara sebagai the first class air force.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut, kita telah menetapkan langkah-langkah strategis yang harus dipatuhi oleh setiap pelaku di lapangan. Pertama, Road Map To Zero Accident yang telah kita miliki harus dipegang teguh dan dilaksanakan secara konsisten, Kedua Perkuat kepemimpinan dan manajemen terutama di satuan-satuan udara yang bersinggungan langsung dengan tugas operasional. Beberapa kecelakaan pesawat yang terjadi disebabkan karena humman error, yang semestinya dapat kita eleminir bila kepemimpinan setiap Komandan berfungsi dengan maksimal. Itulah sebabnya Komandan harus hands on artinya terjun ke lapangan, kenali kemampuan dan kapasitas anak buah, berani menanggung resiko, memutuskan dengan bijaksana, serta dapat secara tepat memberi reward dan punishment, Ketiga, Keselamatan Terbang dan Kerja merupakan harga mati yang harus senantiasa dipelihara dalam setiap pelaksanaan tugas. Oleh sebab itu, TNI Angkatan Udara harus mampu mewujudkan budaya safety sebagai nafas pengabdiannya. Kita harus mampu mengasah rasa kepedulian dan kepekaan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan incident maupun accident potential yang ada disekeliling lingkungan kerja tambah Pangkoopsau I.

Baca juga:  “52 TAHUN INFILTRASI PGT DI IRIAN BARAT”

Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh satuan kerja di jajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Batalyon 465 Paskhas dan para Pegawai Negeri Sipil Lanud Supadio.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel