Berita

UPACARA BENDERA 17-AN DI LANUD WIRIADINATA

Dibaca: 2 Oleh 18 Sep 2012Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Aksi terorisme di bulan September seperti peristiwa pengeboman gedung WTC di New York Amerika Serikat tahun 2001 dan peristiwa bom mobil di depan kedutaan Australia pada tahun 2004, hendaknya dua contoh peristiwa tersebut menjadi pengikat bagi kita untuk selalu waspada terhadap kemungkinan aksi terorisme. Demikian Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E mengatakan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Inspektur Upacara, Kepala Dinas Operasi Mayor Lek Aang Sukmaya, ST. pada upacara bendera17-an di Lanud Wiriadinata, Senin(17/9). 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa para teroris memiliki sasaran yang sangat variatif, mulai dari menyerang institusi maupun ruang publik orang asing, pusat perbelanjaan, tempat peribadatan, bahkan belakangan ini sasarannya diarahkan kepada aparat keamanan khususnya Kepolisian, katanya

Selain itu maraknya unjuk rasa yang sering menyerang aparat, maraknya konflik berlatar belakang SARA serta maraknya konflik hak atas tanah adat akhir-akhir ini, mengindikasikan adanya suatu skenario yang didalangi pihak tertentu untuk menciptakan instabilitas di dalam negeri, sehingga kesemuanya itu menuntut kita semua untuk lebih peka dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan, jelas Panglima TNI.

Baca juga:  BATALYON KOMANDO 463 PASKHAS, LAKSANAKAN PAMRAHWAN DI PAPUA DAN MALUKU

Dengan demikian, TNI juga harus berpartisipasi aktif dalam mendukung terciptanya rasa aman dikalangan masyarakat, karena walaupun amanat undang – undang menetapkan tugas TNI untuk menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI, namun undang-undang juga mengamanatkan bahwa TNI berkewajiban untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dari berbagai ancaman termasuk aksi terorisme dan konflik komunal yang ada,tegasnya.

Berkaitan dengan tugas yang kita emban, diantaranya melindungi segenap bangsa Indonesia dan komitemen TNI dalam mengawal serta mengamankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Panglima TNI menyampaikan lima atensi dan harapan untuk dijadikan pedoman dalam mengemban tugas dan komitmen tersebut, sebagai berikut ; Implementasikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tingkatkan kewaspadaan nasional terhadap upaya-upaya untuk menggantikan Pancasila dengan ideologi lain, waspadai terus gerakan terorisme,bantu tingkatkan kesehjateraan masyarakat dengan terus ikut berupaya mengatasi setiap kesulitan yang dihadapi masyarakat, serta tingkatkan dan pertahankan jatidiri TNI yang selalu memegang teguh disiplin, pinta Panglima. (Pentak Lanud Wir)

Baca juga:  Kas Kohanudnas Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel