Berita

UPACARA BENDERA 17-AN DI MAKOOPSAU I

Dibaca: 3 Oleh 17 Jul 2013Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Sebagai komponen utama pertahanan dan keamanan negara, TNI masih harus dihadapkan kepada tantangan yang tidak ringan dan semakin kompleks, khususnya di kawasan asia timur dan asia tenggara, sebagai akibat adanya potensi konflik yang disebabkan oleh benturan kepentingan ataupun revalitas antara kekuatan-kekuatan besar dikawasan tersebut.

Demikian amanat tertulis Panglima TNI Agus Suhartono, S.E yang dibacakan Kas Koopsau I Marsma TNI Dedy Nitakomara, S.E, pada upacara bendera 17-an bulan Juli di lapangan upacara Makoopsau I, Jakarta, Rabu (17/7).

Untuk itu, kepada seluruh Prajurit TNI dimanapun bertugas dan berada, agar senantiasa mencermati perkembangan situasi keamanan regional dan nasional, serta perkembangan pembangunan di daerah masing-masing, dengan terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan, guna mengantisipasi setiap perkembangan yang dapat menganggu proses pembangunan.

Terkait dengan bencana kebakaran hutan, yang baru-baru ini terjadi, TNI telah terlibat dalam satuan tugas pemadaman, dengan 1526 prajurit, 28 sortie penerbangan pesawat militer dengan pelibatan pesawat Hercules C-130 dan CN-235, serta berbagai peralatan pemadaman yang dibawa, jelas Panglima TNI.

Baca juga:  SERAH TERIMA JABATAN KETUA IKKT PRAGATI WIRA ANGGINI RANTING 02 KOSEKHANUDNAS I

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan atas kesungguhan pelaksanaan tugas tersebut. Semua itu kita lakukan, karena tanggung jawab kita, tanggung jawab untuk rakyat kita sendiri dan juga negara tetangga sekitar kita. “Saya instrusikan kepada seluruh jajaran satuan TNI, termasuk jajaran komando kewilayahan untuk menyusun dan melaksanakan pemuktahiran rencana tindakan kontijensi (Contigency plan), rencana tanggap darurat (Emergency response plan) dan rencana pemulihan (Recovery plan) serta rencana latihan dan prosedur pengendalian hutan dan lahan” tegas Panglima TNI.

Menyinggung tentang tugas perbantuan TNI kepada Polri, bahwa telah diatur sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Gunakan Inpres Nomor 2 Tahun 2013 tentang penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri sebagai landasan menyusun rencana aksi mulai dari pencegahan hingga pemulihan pasca konflik. Sinkronkan dengan kesepakan MOU TNI-Polri tahun 2013 tentang perbantuan TNI kepada Polri dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga tidak ada keraguan yang menghambat dalam pelaksanaan tugas, baik teknis maupun prosedural.

Baca juga:  HALAL BIHALAL GABUNGAN LANUD ADI SOEMARMO

Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh Para Asisten, Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Makoopsau I.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel