Berita

Upacara Bendera 17an Di Lanud Swo

Dibaca: 12 Oleh 17 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Komandan Pangkalan TNI AU Soewondo, Kolonel Pnb Daan Sulfi, S.Sos., M. Si bertindak selaku Inspektur Upacara pada upacara pengibaran bendera 17an yang dilaksanakan di lapangan Nawa Tunggal Lanud Soewondo. Senin (17/7).

Panglima TNI di dalam sambutannya yang dibacakan Danlanud, mengucapkan, Minal ‘Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh Prajurit, ASN dan keluarga besar TNI dimana berada dan bertugas. Semoga hikmah Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1438 H senantiasa memberikan pencerahan dan semangat kita semua dalam mengabdi kepada bangsa dan Negara melalui institusi TNI.

Selanjutnya Panglima TNI menjelaskan bahwa, dalam beberapa waktu belakangan ini kita mengetahui adanya beberapa peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat. Salah satu diantaranya terkait dengan aksi teror terhadap aparat keamanan maupun aksi-aksi kejahatan yang menimpa masyarakat maupun Prajurit TNI. Peristiwa ini tentu menimbulkan kegelisahan dan kecemasan masyarakat termasuk keluarga TNI. Kita semua harus selalu bersikap hati-hati dan waspada di manapun kita berada. Karena kejahatan sering muncul secara tiba-tiba dan membawa jatuh korban. Ini semua harus dapat kita antisipasi sedini mungkin dengan cara memiliki sikap hati-hatidan wasapda.

Panglima TNI juga menyampaikan, kepada segenap Prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas, saya minta untuk tidak risau dan tidak cemas menyikapai beberapa kejadian yang menimbulkan korban jiwa Prajurit TNI. Saya selaku Panglima TNI dan pimpinan kalian, akan senantiasa melindungi kalian ketika mengambil sikap tegas dalam menindak aksi-aksi kejahatan yang menimpa masyarakat, khususnya keluarga besar TNI. Saya tegaskan, ketika kalian melakukan tindakan tegas dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, maka saya selaku Panglima TNI akan mengambil alih tanggung jawab atas langkah dan tindakan kalian. Kewajiban saya dan para komandan stuan untuk bertanggung jawab atas segala tindakan yang kalian ambil secara benar dan sesuai prosedur hukum. Itulah komitmen saya, dan saya setia kepada komitmen itu karena satu orang Prajurit TNI tersakiti, maka sesungguhnya seluruh Prajurit TNI juga merasa tersakiti, kata beliau.

Baca juga:  Marsda TNI Wieko Syofyan Jabat Wakasau

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, dalam situasi darurat terorosme ini, pemerintah telah mengususlkan untuk melakukan Revisi UU anti terorisme untuk memberikan payung hukum bagi aparat Negara dalam memberantas aksi-aksi terorisme. Pemberantasan terorisme tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus dilakukan secara total, semua elemen bangsa, semua pemangku kepentingan Negara, atas nama Negara di bawah payung UU anti terorisme mampu berperang melawan terorisme. Tanpa adanya peranan dari seluruh elemen bangsa Indonesia, maka mimpi untuk membasmi kegiatan teror di bumi Pancasila hanya akan berhenti dan menjadi sebuah konsep dan pemikiran di atas kertas semata.

Panglima TNI kembali menegaskan bahwa, terorisme adalah kejahatan terhadap negara. Apapun yang diundangkan, bagi TNI akan mengikuti segala ketentuan yang ada di dalam undang-undang. TNI, tidak boleh kalah dengan teroris dan TNI selalu siap dalam pemberantasan terorisme. Diperintahkan apapun, TNI juga siap demi menyelamatkan anak cucu bangsa Indonesia, tegas Panglima TNI.

Hal yang tidak kalah penting, Panglima TNI kembali mengingatkan tentang penggunaan media sosial. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, saat ini telah muncul kelompok baru yaitu “Cyber Narcoterorism”. Kelompok ini menggunakan duia maya sebagai wahana untuk menyebarkan informasi yang sesat, mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika yang hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme. Kejahatan lintas Negara ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya bagi peradaban suatu bangsa termasuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Kelompok “Cyber Narcoterorism” menggunakan beragam situs terkemuka seperti you tube, twitter dan facebook untuk tujuan merebut pangsa pasar, penyebaran pemikiran, dorongan untuk mengikuti ajaran sesat tersebut, perekrutan dan berbagai informasi. Hal ini menjadi sebuah cara yang paling efektif dalam melakukan aksi yang diinginkannya. Gerakan “Cyber Narcoterorism” menjadi musuh utama bangsa Indonesia saat ini, bahkan menjadi musuh bangsa-bangsa di dunia.

Baca juga:  Seluruh Pamen Lanud Supadio Bergowes Ria

Untuk itu, Panglima TNI minta kepada seluruh Prajurit, ASN dan keluarga besar TNI tentang kesadaran yang tinggi dalam menggunakan media sosial baik pribadi maupun kedinasan. Beliau juga memerintahkan untuk membatasi penggunaan handphone, smartphone dan media elektronik lainnya dari hal-hal yang tidak penting. Hindari penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial karena hal itu dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong, dan percayalah kepada para komandan satuan. Prajurit dan ASN TNI harus cerdas, dan cermat serta memilah dan memilih berita yang positif dan beranfaat, pungkas beliau.

Hadir pada upacara tersebut yaitu, Para Asisten Kosekhanudnas III, Wadanwing III Paskhas, Para Kepala Dinas Lanud Soewondo, para perwira, bintara, tamtama dan ASN, Lanud Soewondo, Kosekhanudnas III, Wing III dan Batalyon 469 Paskhas.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel