Berita

Upacara Bendera Tujuh Belasan Di Depohar 40 Lanud Sulaiman

Dibaca: 58 Oleh 17 Jan 2018Tidak ada komentar
Upacara Bendera Tujuh Belasan Di Depohar 40 Lanud Sulaiman
#TNIAU 

TNI AU. Upacara bendera tujuh belasan dilaksanakan di lapangan apel Depo Pemeliharaan (Depohar) 40 Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Rabu (17/1), dengan Inspektur Upacara Komandan Depohar 40 Kolonel Lek Talawide, yang diikuti pula Komandan Lanud Sulaiman Klonel Pnb Tyas Nur Adi, para kepala dinas dan komandan skadik, seluruh personel baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil baik dari pangkalan maupun gabungan dari satuan Makorpaskhas, Pusdiklat Paskhas, Depohar 40 dan 70.

Prestasi kinerja optimal yang telah kita capai dan mendapatkan  penilaian positif dari masyarakat selama ini, harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan di masa mendatang dalam pelaksanaan serta pengendalian program dan anggaran sesuai ketentuan, tepat waktu, dan tepat sasaran dan akuntabel, mulai dari tahap perencanaan sampai tahap pelaksanaan guna mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), menjadi semangat bersama yang harus kita raih. Demikian salah satu amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Irup.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa tuntutan dan tantangan tugas kedepan tidak semakin ringan.  Dinamika perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat terkait konstelasi global kontemporer,  menghadirkan  berbagai bentuk ancaman nyata  yang  bersifat asimetris, proksi dan hibrida menjadi sedemikian sulit
diprediksi. “Dinamika perubahan tersebut, menuntut TNI untuk mentransformasi diri menjadi
suatu organisasi yang profesional, modern, dan tangguh, dengan SDM berbasis kompetensi untuk mencapai standar kemampuan dan profesional sehingga mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman nyata, “ Kata Dandepohar 40 saat membacakan amanat Panglima TNI.

Panglima TNI mengingatkan agar para prajurit  dan PNS TNI dituntut untuk mampu menyikapi secara cerdas terhadap perkembangan lingkungan strategis, upaya adu domba, provokasi, penyalahgunaan media sosial dan serangan siber dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju dan modern.

Baca juga:  Lanud Muljono Laksanakan Upacara Hari Bela Negara Tahun 2019

Panglima TNI menekankan kembali bahwa tahun 2018 adalah tahun politik karena pada tahun ini akan diselenggarakan Pilkada serentak di 171 daerah meliputi 17 Provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. “Hal ini berpotensi menimbulkan konflik dan kerawanan berupa pertikaian baik horizontal maupun vertikal yang dapat menciderai pesta demokrasi nasional bahkan dapat mengoyak kebhinekaan bangsa kita,” jelas Dandepohar 40.

Panglima TNI pun memerintahkan kepada Prajurit TNI dimanapun bertugas untuk selalu tetap berpegang teguh pada Komitmen Netralitas TNI, menghindari sikap dan perilaku yang menjurus pada politik praktis. TNI bersikap netral dan melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Merespon dan menyikapi kompleksitas permasalahan tersebut. “Kepada seluruh Komandan Satuan di jajaran TNI agar meletakkan kembali penguatan kualitas mental ideologi Prajurit TNI sebagai insan prajurit sejati yang berakhlak mulia, setia,  memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Menyongsong tahun politik ini, pentingnya mewujudkan soliditas dan sinergitas TNI dengan seluruh komponen bangsa bagi kepentingan integritas NKRI dan suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi nasional tahun 2018 dan 2019.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel