Berita

Upacara Bendera Tujuh Belasan Di Depohar 40

Dibaca: 5 Oleh 17 Apr 2015Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Upacara bendera tujuh belasan dilaksanakan di lapangan apel Depo Pemeliharaan (Depohar) 40 Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4), dengan Inspektur Upacara Komandan Depohar 40 Kolonel Lek Joseph Rizki Prabowo, S.T., S.IP., yang diikuti seluruh personel baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil baik dari pangkalan maupun gabungan dari satuan Makorpaskhas, Pusdiklat Paskhas, Depohar 40 dan 70.

Kita bekerja dan berkarya bukan semata mencari kesuksesan, tetapi lebih dari itu untuk menambah nilai sikap dan perilaku prestasif yang berdimensi ibadah untuk terus dipelihara dan dijaga. Karena tantangan diluar lingkungan kita sarat dengan ganguan dan godaan yang dihadapkan dengan serbuan globalisasi budaya yang cenderung melunturkan jatidiri prajurit dan nilai-nilai kebangsaan. Demikian salah satu amanat Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dalam sambutan tertulisnya.

Lebih lanjut Panglima menyampaikan dua penekanan, yaitu berkaitan dengan masalah narkoba dan aliran yang mengarah kepada rekrutmen ISIS. TNI telah menyatakan bahwa ISIS tidak boleh hidup di Indonesia. Pemerintah telah menyatakan perang terhadap narkoba karena telah merusak 40-50 orang generasi muda bangsa yang meninggal dan 4,5 juta orang butuh rehabilitasi dan 1,2 juta orang sudak tidak bisa direhabilitasi. ”Dua hal tersebut secara langsung akan meruntuhkan segala yang telah kita bangun,” kata Dandepohar 40.

Baca juga:  ANGGOTA LANUD ADI SOEMARMO IKUTI CERAMAH BINTAL TERPADU KODIKAU

Panglima pun memerintahkan kepada unsur pimpinan di jajaran TNI dan segenap prajurit TNI agar menjaga dan memelihara kebersamaan TNI-Polri sebagai mitra utama dalam menangani masalah keamanan, penanganan konflik sosial, penanggulangan terorisme dan penanggulangan premanisme yang mengganggu dan meresahkan msyarakat serta membangun sinergitas dengan pemerintah daerah dan komponen terkait lainnya guna membantu percepatan pembangunan dan kemiskinan sesuai batas kemampuan yang dimiliki.

Selain itu, Panglima pun memerintahkan kepada segenap prajurit TNI untuk melaksanakan latihan secara insensif, bertahap, dan berlanjut karena semua itu dapat menjaga dari kesalahan prosedur dan mencegah kerugian personel. Diingatkan pula kepada segenap prajurit yang bertugas di perbatasan, daerah terpencil, dan pulau pulau terluar untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan kedekatan tersebut akan membawa ketenangan dan keberhasilan dalam setiap latihan dan pelaksanaan tugas.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel