Berita

Upacara Bendera Tujuh Belasan Di Depohar 70

Dibaca: 1 Oleh 18 Mei 2015Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Upacara bendera tujuh belasan dilaksanakan di lapangan apel Depo Pemeliharaan (Depohar) 70 Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Senin (18/5/2015), dengan Inspektur Upacara Komandan Depohar70 Kolonel Tek Widodo,SAP., yang diikuti seluruh personel baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil baik dari pangkalan maupun gabungan dari satuan Makorpaskhas, Pusdiklat Paskhas, Depohar 40 dan 70.

Keberhasilan bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika yang ke-60, tidak terlepas dari peran aktif seluruh personel TNI Angkatan Udara yang bersama-sama dengan seluruh komponen bangsa, ikut mensukseskan pelaksanaannya. Demikian pula halnya dengan bantuan kemanusiaan di Nepal, TNI Angkatan Udara juga ikut berperan aktif secara langsung dengan mengirimkan pesawat Boeing dan Hercules TNI AU termasuk personel pendukungnya.

Lebih lanjut KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna mengingatkan tentang keselamatan terbang dan kerja bahwa jangan pernah membiarkan inccident maupun accident potensial berkembang menjadi unsafe conditiondalam setiap pelaksanaan tugas. “Lakukan langkah-langkah preventif dengan penuh perhitungan dan cerdas dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan safety, “ kata Dandepohar 70 saat membacakan amanat KSAU.

Baca juga:  Marsma TNI (Anumerta) Iswahjudi Resmi Diabadikan sebagai Nama Jalan

KSAU pun menekankan kepada para Panglima dan Komandan Satuan, agar dapat memanfaatkan jam Komandan dengan lebih intens lagi dan selalu mengingatkan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keamanan terbang dan kerja. Demikian pula halnya dengan program kerja yang telah ditetapkan agar dapat dicapai tepat pada waktunya dengan memberdayakan sumber daya yang ada secara optimal dan bersikap proaktif dalam setiap pelaksanaan tugas. 

Mengakhiri sambutannya KSAU memberikan himbauan dan lima penekanan kepada seluruh personel TNI Angkatan Udara untuk :

pertama,  bekerja secara cerdas, tajam dan akurat, dengan dilandasi kerja secara iklas.

Kedua, mengawal dan menjaga komitmen “netralitas TNI Angkatan Udara” dalam politik praktis.

Ketiga, meningkatkan kewaspadaan terutama terhadap segala bentuk provokasi yang hendak membenturkan TNI Angkatan Udara dan rakyat atau instansi pemerintah lainnya.  

Keempat, mewujudkan sinergitas internal dan koordinasi serta sinkronisasikan antarunit satker sesuai tugas, fungsi dan peran masing-masing. 

Kelima, membangun soliditas dan solidaritas, lebih baik instropeksi diri daripada saling menyalahkan satu dengan yang lain. 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel