TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Upacara Bendera Tujuh Belasan Di Lanud Ngurah Rai

By 19 Mar 2018Berita
DSC_5282

TNI AU. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Ngurah Rai, Kolonel Pnb Wayan Superman, bertindak selaku Irup pada Upacara Bendera Tujuh Belasan bulan Maret 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Apel Mako Lanud Ngurah Rai, Kab Badung, Denpasar, Bali, Senin (19/03). Upacara yang diikuti seluruh Pamen, Pama, Bintara dan Tamtama serta para Aparatur Sipil Negara Lanud Ngurah Rai belangsung tertib dan lancar.

Sebagai Inspektur Upacara Danlanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman pada kesempatan tersebut membacakan sambutan Pangkoopsau II. Dalam amanatnya Pangkoopsau II Marsma TNI Fadjar Prasetyo, SE.,M.PP., mengatakan upacara Bendera pada setiap tanggal Tujuh Belas , memiliki makna penting, antara lain pertama, sebagai upaya untuk meningkatkan semangat Patriotisme dan Heroisme perjuangan para generasi pendahulu, yang telah melahirkan NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945. kedua, sebagai sarana Komando guna menjalin komunikasi antara pimpinan, staf dan anggota, agar setiap kebijakan, instruksi, petunjuk dan informasi mengalir serta dipahami secara seksama.

Pada bagian lain dalam amanatnya Pangkoopsau II juga mengucapkan penghargaan atas semangat kerja yang dilandasi tanggung jawab yang tinggi dan disiplin tiap Prajurit dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah diperlihatkan selama ini, telah banyak yang di perbuat sesuai dengan tugas yang diamanahkan kepada TNI Angkatan Udara, baik Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). dalam tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sangat banyak yang telah dikerjakan oleh Prajurit TNI Angkatan Udara bahkan melebihi panggilan tugas.

Lebih lanjut Pangkoopsu II mengungkapkan bahwa TNI Angkatan Udara sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara profesional, juga telah mampu berdiri tegak di atas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinekaan serta bersama-sama segenap komponen bangsa melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tentram di masyarakat. Tantangan pada tahun ini akan semakin kompleks dan tidak ringan, salah satunya adalah semakin masifnya penggunaan media sosial menjadi medan pertempuran baru oleh sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya. Penyebaran informasi dan berita-berita bohong (HOAX) melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinekaan dan munculnya radikalisme.

Untuk itu guna membentengi pengaruh negatif dan penggunaan media sosial oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar berita bohong (hoax) tersebut, saya perintahkan kepada seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil (pns) agar jangan mudah percaya terhadap berita bohong tersebut, tetapi percayalah kepada Komandan Satuan kalian. Prajurit dan Aparataur Sipil Negara Koopsau II harus cerdas, pandai memilah dan memilih berita positif dan bermanfaat, ujar Pangkoopsau II.

Dalam waktu dekat bangsa Indonesia akan melaksanakan Pilkada serentak, baik pemilihan Gubernur maupun Bupati dan Walikota. Terkait dengan pelaksanaan Pilkada, Pangkoopsau II menegaskan kembali bahwa TNI harus netral dan ikut menjamin pilkada berjalan aman, damai dan lancar. Seluruh prajurit TNI harus tetap bersikap netral dan melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku, tegas Pangkoopsau II.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Upacara Bendera Tujuh Belasan Di Lanud Ngurah Rai