Berita

Upacara Gabungan di Lanud Merauke

Dibaca: 5 Oleh 17 Des 2012Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Untuk tetap menjaga tradisi dan memelihara kedisiplinan, memberikan arahan, menyampaikan pesan serta penekanan secara langsung dari pimpinan Senin, (17/12) bertempat di Lapangan Upacara Lanud Merauke dilaksanakan upacara gabungan seluruh Satuan jajaran TNI, Polri dan Instansi yang berada di wilayah Kabupaten Merauke.

Kegiatan upacara ini dalam pelaksanaannya, baik petugas maupun tempatnya dilakukan secara bergantian dan rutin pada setiap bulannya. Hal ini bertujuan agar seluruh satuan dan instansi yang berada di ujung timur NKRI utamanya wilayah Kabupaten Merauke dapat terjadi sebuah interaksi sehingga dapat mengenal satu sama lain dan dengan demikian akan timbul serta menumbuhkan suatu kebersamaan dan kekompakan. Hal ini dapat dijadikan sebagai bekal dan pedoman dalam melaksanakan tugas sehari-hari sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing satuan, sehingga mampu bertindak secara benar sesuai dengan peranan dan tanggung jawab kita.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, SE dalam sambutannya yang dibacakan oleh Komandan Lanud Merauke Letkol Pnb Yostariza selaku Inspektur Upacara mengatakan “ Sebagai Prajurit Sapta Marga dan insan yang beragama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan ridho dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini, dipenghujung Tahun 2012, kita dapat melaksanakan upacara bendera dalam keadaan sehat wal’afiat. bagi Prajurit dan PNS TNI, upacara bendera pada setiap tanggal tujuh belas, memiliki makna yang sangat penting, walaupun telah menjadi agenda rutin bulanan.

Baca juga:  JABATAN KADISPERS LANUD SURABAYA DISERAH TERIMAKAN

Untuk itu, selaku Panglima TNI, saya tekankan kembali kepada seluruh Komandan Satuan dan Seluruh Prajurit TNI, serta PNS TNI di manapun sedang bertugas dan berada, untuk :

Pertama, sebagai generasi penerus, kita berupaya terus-menerus menjalin komunikasi imajiner dan mengikatkan diri dengan romantisme dan heroisme perjuangan para generasi pendahulu, yang telah melahirkan NKRI pada 17 agustus 1945.

Kedua, sebagai sarana komando untuk menjalin komunikasi antara pimpinan dengan anggota dan satuan dalam jajaran TNI. Dengan demikian setiap kebijakan atau instruksi, arahan dan informasi akan mengalir dengan lancar, tepat waktu dan tepat sasaran.

Saat ini, kita berada di penghujung tahun 2012 dan akan menyongsong Tahun 2013, yang artinya kita akan mempertanggung jawabkan semua program kerja dan anggaran Tahun 2012, dengan harapan hasil audit BPK nantinya dapat mencapai predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Bulan Desember ini juga merupakan awal persiapan pelaksanaan program kerja dan anggaran Tahun 2013 yang ditandai dengan telah diserahkannya DIPA Tahun 2013 oleh pemerintah.

Baca juga:  DANSEKKAU PIMPIN APEL KHUSUS JELANG IDUL FITRI

Untuk itu, kepada seluruh unsur pimpinan TNI baik di Lingkungan Mabes TNI maupun di Lingkungan Angkatan, saya tekankan kiranya dapat mempersiapkan diri untuk memberikan “Pertanggungjawaban” atas pelaksanaan program dan anggaran sesuai DIPA 2012 secara transparan dan akuntabel, sekaligus menyiapkan strategi dalam melaksanakan program kerja dan anggaran Tahun 2013 agar dapat berjalan secara efektif dan efisien bahkan mencapai over prestasi jika memungkinkan.

Kebijakan pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI yang dituangkan dalam Perencanaan strategis TNI masih terfokus pada mewujudkan kekuatan pokok minimum pertahanan, dengan titik berat pada modernisasi dan melengkapi alutsista yang mengutamakan produksi dalam negeri, guna terwujudnya kekuatan pertahanan negara yang cukup dan lebih memadai.

Makna dan hahekat dari kekuatan cukup, adalah kekuatan yang mampu mengemban tugas-tugas operasional yang sedang dan akan diemban di masa depan serta setiap saat dapat dikembangkan bila diperlukan, tidak berlebihan di tengah keterbatasan anggaran dan tidak ketinggalan ditengah kemajuan teknologi militer, serta memancarkan deterrence effect atau daya tangkal yang tinggi, sehingga “disegani” oleh kawan atau lawan.

Baca juga:  SETETES DARAH BAGI KEHIDUPAN

Namun demikian, aspek pembinaan, pemeliharaan dan perawatan terhadap apa yang telah kita miliki, baik personel, alkap, alut maupun alutsista harus terus dilaksanakan dan ditingkatkan sebagai landasan pacu yang kokoh sebelum adanya realisasi program 2013. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai usia pakai yang optimal dan menghindari serta menekan terjadinya “resiko”, baik berupa incident (keadaan bahaya) atau accident (kecelakaan), hingga pada tingkat yang serendah-rendahnya.

Sadari oleh setiap prajurit apapun tingkatannya, terutama setiap pimpinan unit kerja TNI, bahwa setiap resiko yang menimpa TNI, dampaknya amat luas. Bukan hanya merugikan prajurit dan materiil yang digunakan, melainkan langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi bahkan mengurangi kesiapan operasional satuan dalam melaksanakan tugas.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel