Berita

UPACARA HARI BHAKTI TNI AU KE 62 DI MAKODIKAU

Dibaca: 5 Oleh 16 Mei 2010Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

62 tahun sudah Angkatan Udara memperingati Hari Bhaktinya, masih ingat di benak kita sampai saat ini bagaimana putera2 bangsa menjalankan sebuah misi rahasia yang berupa operasi udara yang pertama dan dilakukan oleh 3 orang penerbang muda serta dibantu 3 penembak udara dengan sasaran tangsi-tangsi militer Belanda di kota Semarang, Salatiga dan Ambarawa. Serangan udara ini merupakan aksi balas atas serangan membabi buta oleh pesawat-pesawat Belanda pada tanggal 21 juli 1947 di wilayah RI termasuk terhadap pangkalan-pangkalan udara di jawa dan Sumatra.

 

“Peristiwa heroik yang terjadi pada masa 62 tahun yang lalu, yaitu pada tanggal 29 Juli 1947 telah menorehkan tinta emas, perjuangan dan pengabdian TNI Angkatan Udara kepada Republik tercinta ini. Serangan Udara pada pagi hari, yang ditujukan terhadap kedudukan Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga, merupakan operasi udara yang pertama kali dan menjadi cikal bakal operasi udara, yang terus dikembangkan oleh TNI Angkatan Udara. Serangan udara tersebut dilaksanakan oleh para kadet penerbang yaitu Kadet Penerbang Mulyono, Sutarjo Sigit dan Suharnoko Harbani. Selanjutnya sejarah mencatat bahwa keberhasilan yang diraih tersebut harus dibayar mahal dengan ditembak jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA di Desa Ngoto dan gugurnya para pelopor dan perintis TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai luhur dari sebuah pengabdian sekaligus pengorbanan dari kedua peristiwa tersebut, hendaknya dapat kita maknai pada setiap kegiatan memperingati hari Bhakti TNI Angkatan Udara”, demikian sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Udara yang dibacakan Dirops Kodikau Kolonel Pnb. Agoes Haryadi selaku Inspektur Upacara, Rabu (29/7) di lapangan apel Makodikau yang diikuti oleh seluruh anggota Makodikau beserta jajaran yang ada diwilayah Jakarta.

Baca juga:  Exit Briefing Audit Kinerja Itjen TNI di Kohanudnas

 

Didalam sambutannya Kasau juga menyatakan bahwa semangat pengabdian yang tulus, rela berkorban dan dedikasi yang tinggi, merupakan nilai luhur yang telah ditunjukkan oleh para pelopor dan perintis TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai luhur tersebut merupakan nilai yang bersifat kekal dan harus berkembang dan tumbuh subur dalam diri setiap prajurit TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai tersebut akan tetap relevan dan tidak akan pernah rentan oleh kondisi lingkungan strategis yang terus berkembang sesuai dengan dinamika tata hubungan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel