Berita

UPACARA HUT TNI AU KE-67 DI LANUD TIMIKA

Dibaca: 3 Oleh 09 Apr 2013Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Komandan Lanud Timika Letkol Pnb M. Tonny Haryono bertindak selaku inspektur upacara pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Udara yang ke-67 di Lapangan upacara Lanud Timika dan sebagai Komandan upacara adalah Kapten Adm Yudhi Ribinawas. Upacara berjalan dengan penuh hikmat dan lancar, Selasa (9/4).

Hadir pada upacara peringatan HUT TNI AU ini diantaranya yaitu Para Komandan Satuan TNI-Polri di wilayah kabupaten Mimika, Muspida plus, BUMN Mimika, PT Freeport Indonesia dan para tamu undangan lainnya. Sedangkan untuk pasukan upacara adalah gabungan anggota Lanud Timika dan Satrad 243 Timika, Paskhas 468 yang sedang bertugas pengamanan di Satrad 243 Timika, Lanal Timika, Yonif 754/ENK Mimika, Denkav 8 Mimika, Kodim 1710 Mimika, Polres Mimika, Den B Brimob Papua, anggota SAR Mimika serta Pramuka Saka Dirgantara.

Dalam sambutan Panglima TNI yang dibacakan oleh Danlanud Timika disampaikan bahwa selaku pemimpin TNI, beliau menyambut baik tema yang diusung TNI Angkatan Udara pada usianya yang ke-67, untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Profesionalisme dan dedikasi tersebut harus terus ditumbuh kembangkan seiring dengan meningkatnya alutsista, baik secara kuantitas maupun kualitas karena kita pahami bahwa dewasa ini dan kedepan “wilayah udara” bukan lagi teritorial kosong yang tanpa makna, akan tetapi menjadi salah satu wilayah perebutan kepentingan, baik dari aspek politik, global, ekonomi maupun pertahanan, dengan menonjolkan kemajuan teknologi yang telah menggejala dan berkembang dari masa ke masa.

Baca juga:  DANLANUD H.AS. HANANDJOEDDIN MEMBERIKAN PEMBEKALAN KEDIRGANTARAAN

Power politic tampaknya masih menjadi isu yang menonjol dalam perkembangan global, dan penggunaan instrumen militer merupakan alat politik kekuatan bagi kepentingan diplomasi dan kepentingan mengangkat posisi tawar dalam penyelesaian masalah-masalah bilateral atau internasional.

Sehubungan dengan semua itu diharapkan profesionalisme dan dedikasi yang dibangun pada titik penting 2013, harus melahirkan grand aerostrategy indonesia, yang mampu membangun interoperabilitas seluruh unsur pertahanan udara TNI dan mengakomodir seluruh potensi udara nasional pada tataran operasional.

Pada sisi lain, interoperabilitas pada tataran manajemen administrasi merupakan hal penting lainnya dalam mendukung program clean governance yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam konteks reformasi birokrasi khususnya transparasi dan akuntabilitas pelaksanaan penggunaan anggaran dalam pemenuhan kebutuhan alutsista TNI AU.

Interoperabilitas manajemen operasional dan manajemen administrasi harus menjadi perhatian serta tanggung jawab kita semua, karena kedepan kita tidak boleh bermain-main pada wilayah inkonsistensi dalam membangun postur TNI yang handal, efektif dan profesional.

Dalam kaitan ini, beliau menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Udara yang telah melaksanakan proses pemenuhan jasa transparan dan akuntabel.

Baca juga:  Gerak Jalan Santai HUT ke-53 Dharma Pertiwi di Lanud Rsn

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel