Berita

UPACARA PEMAKAMAN KOLONEL ADM PURN SIDHARTA

Dibaca: 63 Oleh 02 Des 2013Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Komandan Wing Pendidikan Umum (Danwingdikum) Kolonel Pnb Arif Widianto bertindak selaku Irup pada upacara pelepasan dan pemakaman jenazah almarhum Kolonel Adm Purnawirawan Sidarta dirumah duka perumahan Curug Permai, dan dimakamkan dengan upacara militer di pemakaman Taman Bahagia Memorial Park Lanud Ats Bogor, Jum’at (29/11). Hadir pada upacara pemakaman tersebut Danlanud Atang Sendjaja Marsma TNI Eko Supriyanto, para Pamen dan Pama serta Bintara dan Tamtama dari Lanud Ats dan Wingdikum serta para purnawirawan TNI.

Kolonel Adm (Purn) Sidharta meninggal pukul 21.45 Wib setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit Marzuki Mahdi Bogor karena sakit. Almarhum kelahiran Purworejo 29 Juni 1943. mengawali karir militernya tahun 1965 dan jabatan terakhir Almarhum dikemiliteran sebagai Komandan Skadik 503. Bintang Jasa dan Tanda Jasa yang yang dimiliki almarhum antara lain Bintang Swa Bhuawana Paksa Nararya, Satya Lencana Kesetiaan VIII,XVI,XXIV, Satyalancana Dwidya Sistha, Satyalancana Dwidya Sistha Ulangan I, II dan Satyalancana Penegak.

Almarhum yang merupakan putra dari pasangan Bapak R. Sumbago (Alm) dan Ibu Surtinah ini meninggalkan seorang istri dan dua orang anak, satu orang putra dan satu orang putri.

Baca juga:  Kejurnas dan PEAMS 2014 di Surabaya

Dalam sambutannya Danwingdikum Kolonel Pnb Arif Widianto. mengatakan, bahwa upacara pelepasan jenazah almarhum Kolonel Adm (Purn) Sidharta ini sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa dan pengorbanan almarhum kepada negara dan bangsa yang telah dilaksanakan selama hidupnya. “Musibah ini memang terasa menyedihkan perasaan kita semua, namun sebagai umat yang beragama yang percaya kepada kekuasaan-Nya, kita harus menerima dengan ikhlas setiap keputusan dan kehendak-Nya.

Sebagai manusia biasa, kata Danwingdikum, almarhum tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, untuk itu kepada seluruh hadirin yang ada di sini marilah kita bersama-sama merendahkan hati dan melapangkan dada untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya, begitupun sebaliknya kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar memaafkan kesalahan kita terhadap almarhum selama hidupnya.

Semoga jalan dharma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri taulaan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baqa, kata Danwingdikum.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel