Berita

Upacara Peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara Ke-68 Di Lanud Manuhua Biak

Dibaca: 12 Oleh 29 Jul 2015Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI AU ke-68, pada tanggal 29 Juli 2015, Lanud Manuhua Biak melaksanakan upacara gabungan jajaran TNI AU di Biak, Komandan Lanud Manuhua Kolonel Pnb A. Gustataf Brugman, M. Si (Han) bertindak selaku inspektur upacara pada upacara peringatan yang dilaksanakan di Lapangan Putra Angkasa Lanud Manuhua tersebut dan Mayor Lek Andri yang berdinas di Kosekhanudnas IV sebagai Komandan upacaranya. Meskipun selama upacara berlangsung cuaca kurang mendukung namun upacara tetap berlangsung dengan penuh hikmat dan lancar, Rabu (29/7).

Hadir dalam Upacara tersebut diantaranya yaitu Para Komandan Satuan TNI-Polri, Muspida plus, BUMN dan para tamu undangan di wilayah kabupaten Biak. Untuk pasukan upacara diikuti oleh seluruh anggota Kosek Hanudnas IV, Lanud Manuhua dan Satrad 242 Tajung Warari, Paskhas 468 dan Pramuka Saka Dirgantara. Sedangkan susunan pasukan upacara peringatan tersebut diawal oleh 1 (satu) pleton Pamen gabungan, 1 (satu) pleton Pama Gabungan, 1 (satu) pleton anggota Kosekhanudnas IV, 1 (satu) pleton gabungan anggota (Kosekhanudnas IV, Lanud Manuhua, Satrad 242 Tj. Warari), Selanjunya diikuti oleh 3 (tiga) pleton Paskhas 468 Sarotama, dan 1 (satu) pleton Pramuka Saka Dirgantara sebagai pleton terakhir dalam susunan pasukan upacara tersebut.

Baca juga:  Danlanud Balikpapan Ikut Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-70

Dalam sambutannya, Danlanud Lanud Manuhua sebagai inspektur upacara membacakan sambutan dari Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna. Dalam sambutan tersebut, disampaikan bahwa Beliau mengajak seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil Angkatan Udara untuk mengenang dua peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 29 Juli 1947 silam. Peristiwa-peristiwa penting yang dimaksud diantaranya adalah munculnya heroisme para kadet Penerbang Angkatan Udara guna mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah dengan melakukan serangan uadara ke kubu pertahanan Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga pada pagi hari. Serangan udara ini merupakan operasi udara pertama kali dan operasi udara tersebut telah menjadi cikal bakal operasi udara yang saat ini terus dikembangkan oleh TNI Angkatan Udara.

Dan peristiwa kedua yang dimaksud adalah Gugurnya para perintis dan pendahulu TNI Angkatan Udara yaitu Komodor Udara Agustinus Adisucipto, Komodor Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Udara I Adisumarmo dalam melaksanakan misi kemanusiaan dengan membawa obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia, namun dalam misinya tesebut pesawat Dakota VT-CLA yang membawa para pejuang dan bantuan obat-obatan tersebut jatuh ditembak oleh pesawat tempur Kitty Hawk Belanda, didesa Ngoto Yogyakarta.

Baca juga:  Lanud RSA Laksanakan Syukuran Menempati Gedung Mako Baru

Dengan mengenang kedua peristiwa penting tersebut Beliau selaku pemimpin TNI AU sekaligus mengingatkan kepada seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil TNI Angkatan Udara agar semangat perjuangan dan kerelaan berkorban yang tanpa pamrih yang diwariskan para pendahulu dalam peristiwa tersebut senantiasa menjadi inspirasi dan sebagai nilai moral serta profesionalisme dalam perjuangan dan pengabdian yang terbaik demi bangsa dan Negara. Hal tersebut yang telah disampaikan sesuai dengan tema peringatan Hari Bakti TNI AU ke-28 yang diusung kali ini yaitu “Dilandasi Semangat Kepahlawanan dan Pengorbanan 29 Juli 1947, Prajurit TNI Angkatan Udara bertekad meningkatkan Darma Baktinya dalam menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel