Berita

Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-88 di Lanud Surabaya

Dibaca: 24 Oleh 22 Des 2016Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

“Gema Sumpah Pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya yang pada tanggal 28 Oktober 1928 digelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia mengunggah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatuan diri dalam kesatuan wadah mandiri. Selanjutnya, atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1926 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali di Yogyakarta. Salah satu Keputusan adalah dibentukanya suatu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

Pada tahun 1938 Kongres Perempuan Indonsia III di bandung menyatkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Selanjutnya, dikukuhkan oleh pemerintah dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959, yang menetapkan bahwa hari ibu tanggal 22 Desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur”, begitulah sekilas sejarah singkat yang dibacakan pada Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-88 Tahun 2016 di Lanud Surabaya, Kamis (22/12).

Upacara yang dilaksanakan di lapangan upacara Mako Lama Lanud Surabaya ini diikuti oleh seluruh anggota Lanud Surabaya dan Gusang II Surabaya dan dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Surabaya, Letkol Pnb Riky Helman sebagai Inspektur Upacara. Dan bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kapten Kes Anis Tri Untari.

Baca juga:  Satpom Lanud Wiriadinata Adakan Sweeping Kendaraan Bermotor

Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Text Pancasila dan pembukaaan UUD 1945, pembacaan sejarah singkat Hari Ibu dan pembacaan doa.

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa meningkatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai Hari Kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel