Berita

Upacara peringatan Hari Ibu di Lanud Sultan Hasanuddin

Oleh 23 Des 2019 Desember 24th, 2019 Tidak ada komentar
Upacara peringatan Hari Ibu di Lanud Sultan Hasanuddin
#TNIAU 

 TNI AU.Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya memiliki hakekat untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Peringatan Hari Ibu yang ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional bukan hari libur, Senin (23/12).

Perjuangan perempuan agar bebas dari segala bentuk tindak kekerasan, diwujudkan dalam bentuk kesetaraan dan keadilan dalam segenap aspek kehidupan. Hal ini perlu diupayakan setiap waktu. Kelanjutan perjuangan persatuan kaum perempuan Indonesia selalu diperingati pada setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” menjadi penyemangat bahwa Kaum perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan, namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segenap aspek pembangunan nasional. Peran politik berarti ikut serta dalam proses pengambilan keputusan dalam upaya membentuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Baca juga:  DANLANUD SUPADIO SAMBUT KAS KOSTRAD

Peringatan Hari Ibu tahun 2019 adalah Peringatan Hari Ibu yang ke 91 kalinya. Sudah 91 tahun sejak Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tanggal 22 – 25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu keputusan Kongres Perempuan Indonesia tersebut adalah membentuk organisasi PPPI yang kepanjangannya adalah Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia. Hari Ibu ditetapkan pertama kali oleh Presiden Sukarno pada tanggal 16 Desember 1959 di Jakarta dengan Kepres Nomor 316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang bukan hari libur.

Demikian sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang dibacakan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI H. Haris Haryanto, S.I.P selaku inspektur upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ibu (PHI) ke-91 tahun 2019, di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Upacara dilaksanakan dengan penuh khidmat dan diikuti seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin, Wing 2 Paskhas, Batalyon Komando 466 Paskhas dan Denhanud 472 Paskhas baik militer maupun PNS tersebut, diawali pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, pembacaan sejarah singkat hari Ibu, sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan diakhiri dengan doa.

Baca juga:  Danlanud Ats Ikuti Olahraga Bersama TNI-Polri

“Peringatan ini diharapkan, perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang dituntut untuk sadar dan aktif meraih akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang pembangunan. Oleh karenanya, PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan, dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak sekaligus agen perubahan (agent of change)”, tambahnya.

Peringatan hari Ibu ke-91 tahun 2019 mengambil tema ““Perempuan Berdaya Indonesia Maju”.”. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2019. Perempuan untuk terus maju, mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri, dan tentunya akan bersama laki-laki menjadi kekuatan besar yang memastikan terwujudnya SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Maju.

Dimana berbagai persoalan sosial yang marak terjadi dan berdampak di kehidupan masyarakat khususnya pada perempuan dan anak seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif, sehingga perlu berbagai cara untuk dapat mencegahnya. Peran keluarga menjadi bagian utama/pilar guna mencegah terjadinya kekerasan dengan menanamkan nilai-nilai, karakter dan budi pekerti. Ketahanan keluarga juga menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai dan religius serta sangat diperlukan perlibatan semua unsur masyarakat dan multi stakeholder.

Baca juga:  Danlanud Abd Hadiri Diklat Kordya

Selain itu juga disampaikan bahwa perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Dimana perempuan dan laki-laki keduanya adalah “parthnership” sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional.(penhnd/2019).

Upacara peringatan Hari Ibu di Lanud Sultan Hasanuddin

Upacara peringatan Hari Ibu di Lanud Sultan Hasanuddin

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel