Berita

Upacara Peringatan HUT ke-68 Koopsau

Upacara Peringatan Hut Ke-68 Koopsau Ii
#TNIAU 

TNI AU. Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi bertindak selaku Inspektur Upacara pada Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke 68 Komando Operasi TNI Angkatan Udara tahun 2019 bertempat di Lapangan Apel I Makoopsau II Senin (17/6/2019).

Turut hadir dalam upacara tersebut adalah Pangkosekhanudnas II Marsekal Pertama TNI Yulianta, Danlanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Hendrikus Haris Haryanto, Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II, para Pejabat Makoopsau II, Kosekhanudnas II, Lanud Sultan Hasanuddin, Wing II Paskhas, pengurus dan Anggota PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II, pengurus dan anggota IKKT Kosekhanudnas II, para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil TNI Angkatan Udara.

Upacara yang dilaksanakan secara sederhana namun penuh khidmat di hari jadi ke-68 Koopsau ini mengusung tema “ Berlandaskan Jiwa Profesional, Militan, Dan Inovatif, Koopsau Siap Mengemban Tugas TNI Angkatan Udara Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI. Tema tersebut adalah cerminan dan tekad Koopsau II, untuk bersama-sama  membulatkan tekad dan semangat dalam mengembang tugas TNI Angkatan Udara dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI, yang muaranya demi mempertahankan Kedaulatan dan keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan    Republik    Indonesia,  oleh karenanya momentum peringatan kali ini menjadi sangat penting dan bermakna dalam peningkatan profesionalitas, militansi dan inovasi sehingga Koopsau II akan selalu berhasil dalam pelaksanaan tugas.

Dalam Sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna yang dibacakan oleh Pangkoopsau II mengatakan bahwa Selama 68 tahun, Koopsau telah turut serta secara aktif dalam mengabdikan diri demi keberhasilan pelaksanaan Tugas TNI Angkatan Udara. Koopsau telah mengukir berbagai prestasi penugasan, baik melalui Operasi Militer Perang atau OMP maupun Operasi Militer Selain Perang atau OMSP. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari profesionalisme yang andal, semangat pengabdian yang pantang menyerah, dan pengorbanan yang tulus dari para pendahulu TNI Angkatan Udara untuk kepentingan  tanah air. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus harus memberikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya serta meneladani nilai-nilai luhur perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu TNI Angkatan Udara dalam menjaga dan mengawal Ibu Pertiwi.

Lebih lanjut Kasau juga mengatakan  bahwa dimensi ancaman yang kita hadapi saat ini menjadi semakin kompleks. Konsep perang konvensional yang mengerahkan kekuatan militer secara terbuka bergeser menjadi peperangan asimetris, termasuk di antaranya perang proksi yang menggunakan pihak ketiga. Sementara itu, dimensi ancaman nirmiliter seperti bencana alam, membutuhkan dukungan dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana secara cepat.

Selain itu, TNI Angkatan Udara juga membentuk skadron-skadron udara baru, antara lain Skadron Udara 27 di Lanud Manuhua, Biak dan Skadron Udara 33 di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Penambahan organisasi TNI Angkatan Udara tersebut sejalan dengan rencana strategis TNI untuk mewujudkan sinergitas dan interoperabilitas kekuatan yang dimiliki oleh tiga angkatan, sehingga kekuatan-kekuatan tersebut dapat digunakan dengan lebih efektif dan efisien. Pungkas Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Setelah Upacara dilanjutkan dengan syukuran bertempat di Gedung Suryadi Surya Dharma, yang di dahului dengan acara pemotongan tumpeng oleh Pangkoopsau II di dampingi oleh Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II, yang diberikan kepada Kapten Sus Drs. Pardji, Jabatan Ksubsi Pam Denma Koopsau II, yang akan memasuki masa purna bakti pada bulan September tahun 2019. Setelah pemotongan tumpeng dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan makan siang yang pelaksanaannya agak berbeda dari biasanya, dimana panitia memilih Liwetan, karena sesuai makna dibalik Liwetan yaitu kebersamaan dan persaudaraan, juga dimana saat menyantap nasi liwet dan lauk pauknya, Bersama-sama menggunakan tangan, yang berarti tanpa memandang derajat orang lain, serta saat seperti inilah, momen kekeluargaan terasa begitu kental. Sederhana namun penuh dengan kebersamaan dan kebahagiaan.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel