Berita

Upacara Peringatan ke-67 Hari jadi TNI di Lanud Sulaiman

Dibaca: 9 Oleh 05 Okt 2012Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Margahayu-Bandung (5/10),   Hari jadi Tentara Nasional Indonesia tanggal 5 Oktober merupakan saat yang tepat untuk menggali kembali semangat dan dedikasi para pejuang dan pendahulu dalam upaya mempertahankan kemerdekaan, yang implementasinya sangat relevan untuk eksistensi di masa sekarang maupun di masa mendatang.

Demikian sambutan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono,S.E yang dibacakan oleh Komandan Pangkalan TNI AU Sulaiman Kolonel Pnb Elianto Susetio,S.IP saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan ke-67 hari jadi TNI yang dilaksanakan di lapangan Merah Makorpaskhasau Lanud Sulaiman.

Sejarah telah mencatat bahwa TNI lahir dari “Rahim Perjuangan” bangsa Indonesia yang terus tumbuh dan berkembang untuk pengabdian pada ibu pertiwi bersama rakyat. Catatan sejarah ini terukir dan terpatri hingga TNI kini berusia enam puluh tujuh tahun. Begitu banyak pengorbanan harta benda, keringat dan airmata serta tetesan darah, bahkan jiwa raga dari pendahulu kita, kesemuanya merupakan pengorbanan yang tulus ikhlas dan tidak sia-sia demi kepentingan dan kejayaan serta keharuman nama bangsa Indonesia.

Baca juga:  PULUHAN PRAJURIT LANUD HND IKUTI PENGUMPULAN DATA KONDISI MENTAL PRAJURIT TNI

 

Tema peringatan Hari TNI kali ini yaitu, “Dilandasi Profesionalisme,Semangat Juang dan Soliditas, TNI Bersama Segenap Komponen Bangsa Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah NKRI” , saya nilai sangat tepat. “ Tema ini merupakan tekad kita bersama yang hendaknya senantiasa menjadi sumber inspirasi bagi setiap prajurit TNI guna mewujudkan”Postur TNI” berjati diri sebagai Tentara Nasional, Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Profesional yang solid, modern, berwawasan kebangsaan, dicintai dan mencintai rakyat. Demikian pernyataan Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan Danlanud Sulaiman.

Dalam akhir sambutannya Panglima TNI menyampaikan tujuh hal yang harus dipedomani dalam menjalankan tugas. Pertama, Mantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas, kehidupan prajurit, kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedua, Tugas tentara itu berkaitan langsung dengan tegak atau runtuhnya negara, bersatu atau bercerainya bangsa. Oleh karena itu, tempatkan tugas di atas segala-galanya. Kobarkan terus semangat pantang menyerah, rela berkorban, serta senantiasa bersama dan bersatu dengan rakyat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Baca juga:  Upacara Bendera 17-an di Lanud Yohanis Kapiyau Timika

Ketiga, Junjung tinggi nilai dan semangat kebangsaan demi tetap kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta tetap tegaknya kedaulatan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Keempat, Tingkatkan kewaspadaan dengan mencermati dan mengantisipasi perkembangan situasi secara terus menerus terhadap adanya ancaman yang merongrong kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia. Kelima, Pegang teguh disiplin keprajuritan dengan berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, taati hukum dan hormati hak asasi manusia.Keenam, Bina soliditas satuan, tegakan rantai komando dan mantapkan kesatuan komando di setiap strata kepemimpinan satuan TNI, sehingga terwujud loyalitas tegak lurus yang jelas dan tegas.Ketujuh, Mantapkan kepemimpinan lapangan, budayakan belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh, benar dan baik, karena belajar dan berlatih merupakan jalan utama menuju tercapainya profesionalisme keprajuritan yang dibutuhkan sebagai garda terdepan dan benteng terakhir pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel