BeritaBerita Balakpus

Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara Di Lanud Dhomber

Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara Di Lanud Dhomber
#TNIAU 

Upacara Peringatan Ke-72 Hari Bakti TNI Angkatan Udara di Balikpapan diperingati seluruh prajurit TNI AU dengan melaksanakan upacara secara sederhana, di lapangan Apel I Lanud Dhomber Senin (29/7).  Upacara yang diikuti oleh Prajurit dan ASN gabungan dari Lanud Dhomber dan Satrad 223 Balikpapan.

Bertindak sebagai Inspektur upacara Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb Irwan Pramuda S.E., M.M. Tampak hadir,   para pejabat Lanud Dhomber, Satrad 223 dan Pengurus PIA Ardhya Garini Cabang 10 Daerah II  Lanud Dhomber, dan IKKT Satrad 223.

Dalam peringatan ke-72 Hari Bakti TNI Angkatan Udara mengambil tema ” ”Bakti Pahlawan Udara Menjadi Tonggak Sejarah, Bakti Generasi Penerus Membangun Kejayaan Angkatan Udara”.  Tema ini sengaja dipilih agar peristiwa heroik yang diperingati setiap tanggal 29 Juli ini, tidak sekedar menjadi nostalgia sejarah semata, namun terus menjadi kompas moral bagi generasi penerus untuk memberikan pengabdian yang terbaik kepada TNI Angkatan Udara. Sejarah Hari Bakti juga merupakan jawaban paling fundamental dan rasional ketika bangsa Indonesia bertanya mengapa negara harus bersusah payah untuk membangun kejayaan TNI Angkatan Udara.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. dalam amanat tertulis yang dibacakan Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb Irwan Pramuda S.E., M.M. mengatakan Hari Berkabung AURI”, yang sejak tahun 1962 kita peringati sebagai “Hari Bakti TNI Angkatan Udara”, adalah rangkaian peristiwa yang terjadi ketika  tiga pesawat TNI Angkatan Udara mengudara dari landasan pacu Lanud Maguwo dan menyerang garis pertahanan Belanda di tiga kota, yaitu Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Serangan ini menjadi monumental karena menjadi operasi serangan udara pertama dalam sejarah TNI Angkatan Udara.  Serangan ini menjadi bukti  jiwa patriotisme, cinta tanah air, dan sikap anti kolonialisme dari seluruh personel Angkatan Udara atas Agresi Militer Belanda Pertama. Beberapa jam pasca serangan tersebut, Belanda ternyata melancarkan serangan balasan dengan mengirim dua pesawat P-40 Kitty Hawk untuk menembak jatuh pesawat Dakota     VT-CLA yang sedang membawa bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Malaya. Delapan orang gugur, termasuk tiga putra terbaik Angkatan Udara, yaitu Komodor Udara Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wiryokusumo.

Selanjutnya KASAU memberi motivasi kepada seluruh prajurit TNI AU “Ingat dan resapi roh pengabdian para prajurit udara yang berjuang dan gugur di hari yang suci ini.  Bangun prestasi dan karakter kejuangan kalian sejak dini.  Banggalah karena berprestasi dan bukan karena hal-hal lainnya. Kalian hebat bukan karena pangkat atau harta, tapi karena apa yang ada dalam isi kepala dan hati kalian.

Bangunlah mimpi dan visi tentang Angkatan Udara kita tercinta ini, dengan sehebat-hebatnya, dari kecerdasan isi kepala dan kesucian hati kalian. Hari suci ini adalah cetak biru moralitas kepemimpinan ideal Angkatan Udara, yang  telah mengalir dari tetes darah para pahlawan. Jika kalian mau berusaha, nama kalian bisa seharum nama para pejuang dan para pahlawan.

Apakah perjalanan sejarah kalian nantinya akan terukir dengan tinta emas, biru, atau merah. Itu juga terserah apa pilihan kalian. Namun ingatlah, prajurit biasa akan bekerja biasa. Prajurit baik akan bekerja baik.  Prajurit hebat tidak hanya bekerja hebat, namun mampu menginspirasi prajurit lain untuk menjadi yang terhebat dari siapa pun.” 

Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara Di Lanud Dhomber Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara Di Lanud Dhomber

Upacara Peringatan ke-72 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara Di Lanud Dhomber

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel