Berita

Upacara Tujuhbelasan di Lanud Surabaya

Dibaca: 5 Oleh 17 Feb 2017Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Bertempat di lapangan upacara Mako Lama Lanud Surabaya, Komandan Lanud Surabaya, Kolonel Pnb Rudy Iskandar memimpin Upacara Tujuhbelasan dan diikuti oleh seluruh anggota Lanud Surabaya dan Gusang 2 Surabaya, Jumat (17/02).

Dalam sambutan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S. IP. yang dibacakan oleh Komandan Lanud Surabaya menyampaikan bahwa, “Sebagai salah satu komponen pertahanan negara, TNI Angkatan Udara terus tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan perkembangan lingkungan strategis serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan. Sehingga tantangan tugas kita ke depan akan semakin berat dan kompleks dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang begitu cepat dan dinamis serta penuh dengan ketidakpastian. \

Mencermati hal tersebut diatas, kita sepakat bahwa aspek dirgantara harus menjadi kekuatan udara nasional yang handal. Dengan demikian kita sebagai prajurit TNI Angkatan Udara harus lebih memahami dalam mengemban tugasnya sebagai penjaga kedaulatan negara di udara. Upaya dalam meningkatkan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara, prioritas yang dilakukan tetap difokuskan pada tercapainya kemampuan operasional secara terpadu dari satuan-satuan TNI Angkatan Udara termasuk dengan matra darat dan laut”.

Baca juga:  Tarik Tambang dalam Rangka Hut Ke-61 Pia Ardhya Garini

Pada kesempatan tersebut, Kasau juga menyampaikan perintah harian serta atensi yang harus dimengerti, dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh prajurit dan PNS di lingkungan TNI Angkatan Udara, yaitu: Pertama, mantapkan dan tingkatkan terus keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, berikan yang terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas dan jadikan sebagai ladang ibadah. Ketiga, utamakan keselamatan terbang dan kerja melalui budaya safety, untuk pencapaian zero accident. Keempat, jadikan transparansi, akuntabel dan sesuai dengan prinsip keuangan sebagai pedoman dalam proses pengadaan alutsista. Kelima, pegang teguh netralitas dan jati diri TNI Angkatan Udara, dengan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dan bijaksana dalam mengelola media sosial.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel