Berita

Update Operasi SAR Udara Oleh Armada TNI AU Hari Kelima

Dibaca: 72 Oleh 02 Jan 2015Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Inilah Update pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 oleh armada udara TNI AU mulai hari pertama kejadian. Jumlah penumpang di dalam pesawat QZ 8501 tipe Airbus 320-200 adalah 155 orang. Terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak dan seorang bayi. Selain itu, diawaki 2 orang pilot dan 5 crew kabin pesawat.

Minggu, 28 Desember 2014. Operasi SAR hari pertama.

 

  • Pukul 05.36 WIB. Pesawat AirAsia jenis Airbus A 320-200 dengan nomor penerbangan QZ 8501 lepas landas dari bandar udara Juanda, Surabaya.
  • Pukul 06.12 WIB. Pesawat meminta izin naik ke ketinggian 38 ribu kaki.
  • Pukul 06.16 WIB. Pesawat AirAsia masih terlihat di layar radar
  • Pukul 06.17 WIB.Pesawat hanya tampak sinyal ADS-B di layar radar ATC.
  • Pukul 06.18 WIB. Pesawat hilang dari radar .
  • Pukul 07.08 WIB.ATC menyatakan INCERFA (tahap awal pesawat hilang kontak). Badan SAR Nasional (Basarnas) segera dihubungi.
  • Pukul 07.28 WIB. ATC menyatakan ALERFA (tahap lanjutan pesawat hilang kontak).
  • Pukul 07.55 WIB.ATC menyatakan DISTRESFA (pesawat resmi hilang).
  • Pukul 09.30. Informasi ada kecelakaan masuk, Lanud Halim menyiagakan pesawat dan crew C-130 dan CN-295 untuk SAR di área Bangka Belitung.
  • Pukul 10.30. Semua Crew sudah lengkap dan mulai menyiapkan pesawat C-130 Hercules A-1323 Skadron Udara 31. Pesawat diterbangkan Captain Pilot Mayor Pnb.Akal Juang , Copilot Lettu.Pnb.Galang dan Lettu.Pnb.Aris, dengan navigator May.Nav Joko Purwanto dan Lettu.Nav Redolfo.
  • Pukul 11.45 WIB. Perintah terbang diberikan dengan perkiraan koordinat lokasi Airbus 320 hilang di koodinat S 03° 22” 15’ , E 109° 41” 28’, namun bahan bakar harus ditambah dari 33.000 lbs jadi 45.000 lbs agar bisa terbang hingga sembilan jam.
  • Pukul 12.00 WIB. Posko SAR Udara TNI AU di Base Ops Lanud Halim dibentuk dengan diawaki penerbang muda Lanud Halim.
  • Pukul 12.30 WIB. Pengisian bahan bakar selesai, pesawat start engine.
  • Pukul 12.50 WIB . Pesawat tinggal landas dari Halim dengan ketinggian 15.000 ft dan mendekati sasaran turun ke 2.000 ft (700 mtr) diatas permukaan laut.
  • Pukul 13.40 WIB. Pesawat tiba di lokasi titik pesawat Air Asia hilang (lost contact) dan langsung melaksanakan pencarian dengan pola square sampai dengan radius 60 Nm (110 km) dari sasaran. Dua hari kemudian serpihan pesawat dan jasad korban kecelakaan Air Asia ditemukan dalam área radius lingkaran pencarian hari pertama, saat itu tidak ditemukan jejak apapun di lokasi.
  • Pukul 16.30WIB. Pesawat melanjutkan pencarian menelusuri rute penerbangan yang dilalui pesawat Air Asia QZ850ke arah utara pulau Belitung, dan selat Karimata di sebelah timur pulau Belitung selanjutnya mengikuti jalur yang sama kembali lagi ke titik área lost contact (hilangnya) pesawat di sebelah selatan Kalimantan, namun jejak pesawat masih belum diketemukan.
  • Pukul 17.10 WIB. Cuaca di área lokasi kecelakaan makin memburuk, maka pesawat A-1323 kembali ke Lanud Halim Perdanakusuma dan mendarat pukul 17.52.( 5 jam). Pencarian dihentikan karena cuaca buruk dan mustahil mencari di malam hari di área yang sudah disisir habis bolak balik selama lima jam tanpa hasil.

 

Catatan. Pesawat hercules A-1323 pada hari pertama sudah menyisir área disekitar hilangnya (lost contact) Airbus 320 selama empat jam dimana di área yang sama dua hari kemudian ditemukan serpihan dan jasad korban.

Senin, 29 Desember 2014.

Operasi SAR hari kedua, TNI AU mengerahkan enam buah pesawat yaitu pesawat Boeing 737 Intai dari Skadron Udara 5 Lanud Makasar, dua pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31, sebuah pesawat CN-295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma serta dua helikopter Puma/ Super Puma dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sanjaya, Bogor.

 

  • Pukul 05.00 WIB. Briefing pagi di Posko SAR Base Ops Lanud Halim Perdana Kusuma pada pukul 05.00 WIB dipimpin Komandan Lanud Halim Marsma TNI Sri Pulung. Diikuti para penerbang dan 120 wartawan media nasional/ internasional. Lokasi pencarian dilakukan sepanjang jalur lintasan terbang pesawat Air Asia dan diperlebar dalam tujuh sektor untuk mengantisipasi kemungkinan pesawat jatuh diluar lintasan terbang dan antisipasi arus laut yang bisa menggeser jejak Airbus yang tercecer.
  • Pukul 06.00 WIB. Pesawat C-130 Hercules A-1319 dipimpin Captain Pilot Letkol.Pnb. Putu Setiadarma dan Mayor Anjoe Manik dengan Copilot Lettu.Pnb Galang tinggal landas menuju area Sektor II ( Utara Belitung hingga pantai Kalimantan Barat) termasuk menuju titik lost contact, dan setelah terbang sepuluh jam mendarat kembali di Halim pada pukul 16.00.(10 jam). Sebanyak 60 wartawan mengikuti penerbangan ini.
  • Pukul 06.20 WIB. Pesawat C-130 Hercules A-1323 dengan Captain Pilot Mayor.Pnb. Akal Juang dengan Copilot Lettu.Pnb. tinggal landas pada pukul 06.20 WIB menuju Sektor I ( Barat laut Belitung ke utara hingga 300 km) dan sepuluh jam kemudian mendarat kembali pada pukul 16.10. (9 jam 50 menit). Sebanyak 60 wartawan mengikuti penerbangan ini.

 

Catatan. Kedua pesawat C-130 Hercules TNI AU dilengkapi Drop Tank sehingga mampu terbang lebih dari dua belas jam, namun hanya digunakan selama 10 jam. Seluruh pencarian dilaksanakan pada ketinggian 1500-2000 kaki (500-700 meter) dari permukaan laut pada kecepatan 175 kts (300 km per jam).

Baca juga:  Kontingen TNI AU Bertengger di Posisi Runer Up

 

  • Pukul 06.55 WIB. Pesawat Boeng 737 Intai Maritim dengan Captain Pilot Mayor Pnb Andre dan Copilot Lettu.Pnb.Dentabella tinggal landas dari lanud Supadio Pontianak menuju Sektor III (timur Belitung hingga Pantai Kalimantan Barat) termasuk titik lost contact dan mendarat kembali di Pontianak pada pukul 12.30 (5 jam 35 menit).
  • Pukul 11.32 WIB. Helikopter NAS-332 Super Puma nomer H-3214 dengan Captain Pilot Mayor Pnb Suryo dan Copilot Lettu Pnb.Ravi Rakasiwi tinggal landas dari Tanjung Pandan menuju titik lost contact pesawat dan melakukan penyisiran disekitarnya pada ketinggian 1000 fwt (300 mtr) serta kembali mendarat di Tanjung Pandan pukul 14.35 (3 jam).
  • Pukul 11.55 WIB. Helikopter SA-330 Puma Nomer HT-3310 dengan Captain Pilot Kapten Pnb Tatag dan Copilot Lettu.Pnb Rizky Randiguna tinggal landas dari Pangkalan Bun menuju titik lost contact pesawat dan sekitarnya pada ketinggian 1500 kaki (500 mtr) kemudian kembali mendarat di Pangkalan Bun pada pukul 14.00 (2 jam 5 menit).

 

Catatan. Selama pencarian ada informasi tentang adanya sinyal ELT (Emergency Locator Transmiter) pada dua lokasi berbeda serta adanya tumpahan minyak disekitar Pulau Belitung, namun setelah diperiksa dengan pesawat Helikopter, Hercules dan CN-295 ternyata informasi tersebut tidak terbukti sebagai jejak dari pesawat Airbus yang hilang. Pencarian hari kedua berjalan baik, akibat cuaca yang bersahabat dan manajemen pengaturan sektor pencarian yang baik.

Angkatan Udara negara lain yang berpartisipasi hari kedua :

 

  • TUDM (Malaysia) mengirimkan sebuah C-130 Hercules dari Kucing masuk sektor IV dan V pada ketinggian 2000 kaki (700 mtr) mulai pukul 10.55 dan meninggalkan área pkl 12.00 (1 jam). Area ini meliputi juga lokasi área titik hilangnya pesawat.
  • RSAF (Singapura) mengirim sebuah C-130 R-65 dari Paya Lebar menuju sector VII dan VIII sejak pukul 10.45 dan meninggalkan área pukul 12.30 (2 jam) pada ketinggian 2000 kaki (700 mtr). Saat kembali pesawat juga melintasi área titik lokasi hilangnya pesawat.
  • RAAF (Australia) mengirim sebuah P-3 Orion R-101 take off Darwin pukul 08.00 WIB menuju titik hilangnya Airbus serta jalur lintasan pesawat Airbus dan pukul 11.16 kembali ke Darwin.

 

 Selasa, 30 Desember 2014.

Operasi SAR hari ketiga, TNI AU mengerahkan enam buah pesawat yaitu pesawat Boeing 737 Intai maritim, dua pesawat C-130 Hercules, sebuah pesawat CN-295 serta dua helikopter Puma/ Super Puma.

 

  • Pukul 05.00. Briefing pagi di Posko SAR Base Ops Lanud Halim Perdana Kusuma pada pukul 05.00 WIB. Diikuti para penerbang dan 50 wartawan media nasional dan internasional. Lokasi pencarian tetap dilakukan sepanjang jalur lintasan terbang pesawat Air Asia dan titik lost contact dan diperlebar dalam tujuh sektor untuk mengantisipasi kemungkinan pesawat jatuh diluar lintasan terbang dan antisipasi arus laut yang bisa menggeser jejak Airbus yang tercecer.
  • Pukul 06.20. pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan Captain Pilot Mayor Pnb. Akal Juang dan Copilot Lettu Pnb Aris Febrianto dan Lettu Pnb.Erwin Tri Wibowo tinggal landas dari lanud Halim menuju Sektor V (Selatan Pangkalan Bun)
  • Pukul 06.25. Pesawat CN-295 bernomor A-2906 dengan Captain Pilot Kapten Pnb. Mohamad Reza Pahlevi dan Copilot Lettu Pnb Ary Purba Kesuma tinggal landas dari lanud Halim menuju Sektor XII (Timur pangkalan Bun)
  • Pukul 09.52. Pesawat CN-295 A-2906 pesawat pertama menemukan jejak Airbus berupa tiga obyek besar berwarna putih dan kuning mengapung di perairan pada posisi radial 227 dan jarak 95 Nm (175 km) dari Pangkalan Bun. Posisi temuan di área sekitar titik hilangnya Aorbus 320. Selama dua hari sebelumnya área ini sudah disisir oleh pesawat-pesawat TNI AU dan TUDM/RSAF/RAAF. Pesawat terbang pada ketinggian 500 kaki (150 meter) dari permukaan laut berhasil menemukan. Informasi dan koordinat penemuan disampaikan kepada pesawat lain lewat radio komunikasi serta ditindaklanjuti Posko SAR TNI AU di Lanud Halim dengan menerbangkan pesawat C-130 Hercules lainnya.
  • Pukul 10.12. Pesawat CN-295 yang juga membawa Pangkoopsau I Marsda TNI Agus Dwi Putranto dan beberapa reporter media menemukan makin banyak obyek-obyek terapung disekitar lokasi penemuan, selanjutnya pesawat mendarat Pangkalan Bun pada pukul 10.30 (4 jam) setelah mengumpulkan foto yang dibutuhkan
  • Pukul 10.18. Hercules A-1320 dengan Captain Pilot Kapten Pnb. Irwanda dan Copilot Lettu Pnb.Kresna Hendrawibawa serta Lettu.Pnb.Galang Mulkar Kasai segera tinggal landas dari Halim untuk membantu pencarian.
  • Pukul 11.30. Hercules A-1319 adalah pesawat kedua menemukan lokasi serpihan reruntuhan Air Bus 320 dengan terbang pada ketinggian 500 kaki (150 mtr) melihat jejak serpihan-serpihan putih dan merah oranye serta sesosok tubuh terapung bercelana pendek warna hitam diperairan pada koordinat dekat dengan temuan pesawat CN-295 sebelumnya. Setelah mengambil foto-foto yang dibutuhkan pesawat ini selanjutnya menuju Pangkalan Bun untuk melaporkan foto temuan.
  • Pukul 12.15. Hercules A-1320 pesawat ketiga menemukan serpihan di lokasi yang berdekatan dengan temuan-temuan sebelumnya pada ketinggian 500 kaki (150 mtr). Pesawat mengabadikan antara lain live vest penumpang kuning, serpihan cargo berwarna merah putih dengan jaring cargo. Setelah itu pesawat kembali menuju Halim bersamaan dengan saat pesawat helikopter SAR HR-3601 Basarnas dari Pangkalan Bun memasuki perairan tersebut.
  • Pukul 12.30. Pesawat Boeing 737 AI 7303 dengan Captain Pilot Mayor Pnb Andi Andre dan kapten Pnb Kadek Wiliantara dan Copilot Lettu Pnb Dentabella tinggal landas dari lanud Supadio Pontianak menuju área penemuan serpihan dan jasad.
  • Pukul 13.00 Pesawat Boeing AI-7303 tiba di lokasi dengan kecepatan 180 kts dan ketinggian 2000 kaki (700 mter) melihat serpihan pesawat, pelampung dan satu jenasah serta melakukan kontak radio dengan KRI Bung Tomo dan melihat kedatangan heli basarnas yang mencoba mengevakuasi korban namun gagal karena cuaca. Dan setelah dua jam Boeing AI 7303 kembali mendarat di Supadio pukul 15.30.
  • Pukul 13.58. Helikopter SAR HR-3601 Basarnas tiba di lokasi dan membuktikan temuan pesawat TNI AU dengan menemukan lebih banyak banyak serpihan dan tubuh terapung di perairan tersebut, disusul kehadiran KRI Bung Tomo di lokasi penemuan reruntuhan, selanjutnya kapal perang tersebut seterusnya berada disitu sebagai kapal pertama yang mulai melakukan evakuasi korban.
  • Pukul 14.10. Hercules A-1319 mengudara kembali dari Pangkalan Bun menuju lokasi pada ketinggian 500 kaki berputar putar diatas lokasi melaporkan melihat delapan jenasah mengapung di laut dan berkoordinasi dengan KRI Bung Tomo lewat radio komunikasi. Penerbang melihat empat jenasah berangkulan, dan ada yang mengenakan celana hitam dan biru serta nampak seperti mengenakan pelampung. Pesawat melihat sebuah kapal tongkang dengan awak kapal yang melambaikan tangan menunjukkan sebuah serpihan kepada Hercules yang melintas pada ketinggian 150 meter disebelahnya. KRI Bung Tomo melaporkan sudah mengetahui identitas kapal tongkang yang membantu mengevakuasi serpihan berwarna putih. Pesawat Hercules A-1319 ini mendarat di Lanud Halim pada pukul 16.28(2 jam 18 menit).
  • Pukul 15.50. Pesawat VIP C-130 Hercules A-1341 Skadron Udara 17 dengan Capt.Pilot Letkol.Pnb Putu Setiadarma dan Mayor Pnb.Noto Casnoto membawa Presiden RI Joko Widodo dan rombongan tinggal landas menuju perairan lokasi reruntuhan pesawat Airbus 320 Air Asia QZ-8501. Setelah berputar meninjau lokasi dari udara dan melihat serakan serpihan serta korban di laut pesawat menuju Juanda untuk mengantar Presiden menemui keluarga korban di Crisis Center Bandara Juanda.
Baca juga:  Personel Militer Kohanudnas Laksanakan Latihan Menembak

 

Rabu, 31 Desember 2014.

Operasi SAR hari keempat. TNI AU mengerahkan enam buah pesawat yaitu pesawat Boeing 737 Intai, dua pesawat C-130 Hercules, sebuah pesawat CN-295 serta dua helikopter Puma/ Super Puma.

 

  • Pukul.05.22. Hercules A-1319 Captain Pilot Mayor Penerbang Fata Patria dengan Copilot Kapt.Pnb.Adhe Irmansyah dan Lettu.Pnb.Putut Satrio tinggal landas dari Lanud Halim menuju Pangkalan Bun dengan membawa Pangkoosau I Marsda TNI Agus Dwi Putranto, 32 orang wartawan, 21 personil marinir,14 personil denjaka, 12 personil penyelam, 11 personil PMI dan dua personil Dispenau serta sebuah mobil liputan TV. Namun pesawat kembali ke halim kerusakan pada radar cuaca dan kembali berangkat dari halim pukul 08.18. Pesawat mencoba melihat área lokasi jatuhnya pesawat namun cuaca buruk membuat jarak pandang terbatas dan mendarat di Pangkalan Bun pukul 09.57.
  • Pukul.10.05. Helikopter Puma HT-3310 take off dari Pangkalan Bun menuju sasaran dan pukul 10.46 mendarat lagi karena cuaca buruk di sasaran.
  • Pukul.10.33. Helikopter Super Puma HT-3214 berangkat dari Tanjung Pandan menuju sasaran namun terhalang cuaca buruk dan mendarat di pangkalan Bun pukul 12.30.
  • Pukul 11.03. Helikopter Dauphin HR-3601 Basarnas berangkat dari Pangkalan Bun dan mengevakuasi dua jenasah dari KRI Banda Aceh dan mendarat di pangkalan Bun pukul 12.24.
  • Pukul 13.00. Hercules A-1320 dengan Captain Pilot Mayor Pnb.Sugeng dan Copilot Kapten Pnb Ulung Purwadanta dan Lettu Pnb.Aris Febrianto berangkat dari lanud Halim menuju Pangkalan Bun melewati lokasi jatuhnya pesawat dan landing pukul 14.15. membawa 56 wartawan dan sebuah mobil liputan TV. Pesawat A-1320 RON (Remain Over Night) bermalam di Pangkalan Bun.
  • Pukul 14.46. Boeing 737 Intai Maritim A-7302 Skadron Udara 5 TNI AU dengan Captain Pilot Letkol.Pnb Yoyon dengan Copilot kapten Pnb Devi Oktaviandra dan Lettu Pnb Prama Mahendrata berangkat dari Pangkalan Bun membawa dua jenasah menuju Juanda dan mendarat pukul 15.53 dan langsung ke Makasar landing pukul 18.06.
  • Pukul.16.52. Hercules A-1319 Captain Pilot Mayor Penerbang Fata Patria dengan Copilot Kapt.Pnb.Adhe Irmansyah dan Lettu.Pnb.Putut Satrio tinggal landas dari Pangkalan Bun menuju Halim dengan Pangkoopsau I dan 23 wartawan onboard. Landing di Halim pukul 18.30.

 

Kamis, 1 Januari 2015.

Operasi SAR hari kelima. TNI AU mengerahkan enam buah pesawat yaitu pesawat Boeing 737 Intai, dua pesawat C-130 Hercules, sebuah pesawat CN-295 serta dua helikopter Puma/ Super Puma.

 

  • Pukul.06.12. Pesawat CN-295 bernomor A-2905 dengan Captain Pilot Kapten Pnb. Dhian Rahmat Infantoko dan Kapten Pnb Ari Wicaksono tinggal landas dari Lanud Halim menuju Area pencarian Sektor I disekitar lokasi hilangnya Airbus 320.
  • Pukul 06.40. Hercules A-1326 dengan Captain Pilot Mayor Pnb.Teddy Syahputra dengan Copilot Kapt.Pnb.Adhe Irmansyah dan Lettu.Pnb.Riki Sihaloho tinggal landas dari Lanud Halim dengan membawa Kaskoopsau I Marsma TNI Agus Munandar dan 23 orang wartawan. Landing di Pangkalan Bun pukul 08.09.
  • Pukul 07.15. CN-295 A-2905 tiba di lokasi pencarian. Mencoba terbang rendah namun terhalangi cuaca yang kurang baik. Pukul 07.48 mendapat perintah menuju Tanjung Pandan untuk menjemput Tim KNKT dibawa ke Pangkalan Bun. Pesawat landing di Tanjung Pandan pukul 08.32.
  • Pukul.08.16.. Helikopter Puma HT-3310 dengan Captain Pilot Kapten Pnb Tatag dan Copilot Lettu.Pnb Rizky Randiguna tinggal landas dari Pangkalan Bun menuju titik lost contact pesawat dan sekitarnya pada ketinggian 1000 kaki (300 mtr) melihat banyak puing, belum bisa menjangkau kapal SAR karena cuaca buruk kemudian kembali mendarat di Pangkalan Bun pada pukul 09.30 (1 jam 14 menit).
  • Pukul 08.30. Helikopter HU-419 TNI AL landing di Pangkalan Bun membawa 2 jenasah dari KRI Banda Aceh.
  • Pukul 08.59. Pesawat P-3C Orion KN-01 ROK Navy (AL Korsel) dibawah pimpinan Colonel Yoon Kiheui dengan Mission Commander Mayor Lee Jung Bong, Captain Pilot Captain Song Yong Hoon, dan Copilot Captain Jang Woo Yong dan Captain Lee Gyu Yoon dan Observer dan penerjemah TNI AU Mayor Pnb Trinanda Hasan dari Skadron Udara 2, tinggal landas dari Halim menuju sasaran di Area III meliputi titik hilangnya Airbus 320 dan área sebelah selatannya. Pesawat intai Maritim anti Kapal Selam AU Korsel ini selama lima jam akan membantu melokalisir badan utama pesawat Airbus yang hilang.
Baca juga:  LANUD WOLTER MONGINSIDI PENYELENGGARA AKRS DI KENDARI

 

Catatan. Spesifikasi P-3 C milik ROKAF buatan Lockheed Martin : Kecepatan Patroli 205 knots(375 kmpj), Jarak Jelajah 3000 NM (5490 km), Awak 2 Pilot dan 8 Crew, Peralatan deteksi adalah Radar, MAD (Magnetic Anomaly Detection ), ESM (Electronic Support Measures),IRDS ( Infra Red Detection System ).

 

  • Pukul 09.14. Pesawat CN-295 A-2905 dengan Captain Pilot Kapten Pnb. Dhian Rahmat Infantoko dan Kapten Pnb Ari Wicaksono tinggal landas dari Tanjung Pandan menuju área I disekitar titik hilangnya Airbus 320 dan melakukan pencarian, pesawat juga membawa rombongan KNKT yang terdiri dari 3 WNI, 10 WN Singapura dan 1 WN Perancis.
  • Pukul 09.57. Pesawat C-130 Hercules RSAF 735 dengan Captain Pilot Yeow Sanli Reuel landing di Pangkalan Bun membawa peralatan pencari bawah air.
  • Pukul 10.14. Pesawat Boeing 737 Intai Maritim A-7303 dengan Captain Pilot Mayor Pnb.Andi Andre dan Kapten Pnb.Kadek Wiliantara serta Copilot Lettu Pnb Dentabella dan letda Pnb.Firman Arif take off dari Lanud Supadio Pontianak menuju sasaran di área II menyisir titik hilangnya Airbus 320 dan perairan sebelah timur.
  • Pukul 10.30. Hercules A-1320 diterbangkan Captain Pilot Mayor Pnb.Sugeng Sugiharto dengan Copilot Kapten Pnb Ulung Purwadanta dan Lettu Pnb.Aris Febrianto tinggal landas dari Pangkalan Bun menuju Juanda membawa empat jenasah.
  • Pukul 10.33 CN-295 A-2905 mendarat di Pangkalan Bun setelah melakukan pencarian di Sektor I, pesawat tetap di situ untuk RON.
  • Pukul 10.45 Boeing 737 A-7303 tiba di sasaran dan melakukan pencarian dengan peralatan intai elektronik.
  • Pukul 11.27. Helikopter Dauphin HR-3601 Basarnas landing di Pangkalan Bun mengevakuasi 1 jenasah dan dua tas dari kapal Malaysia KD.Pahang 73.
  • Pukul 11.45. Hercules A-1320 landing di Juanda membawa empat jenasah.
  • Pukul 11.48 Helikopter Superpuma Rescue RSAF R-71 dan R-72 mendarat di Pangkalan Bun selanjutnya keduanya pada pukul 12.40 terbang menuju ke kapal perang Singapura di lokasi pencarian laut.
  • Pukul 12.50. Pesawat C-130 Hercules RSAF 735 dengan Captain Pilot Yeow Sanli Reuel tinggal landas dari Pangkalan Bun menuju Singapura..
  • Pukul 12.37. Pesawat Boeing 737 Intai Maritim A-7303 yang berangkat dari Pontianak mendarat di Halim setelah melakukan pencarian di área II untuk menyisir titik hilangnya Airbus 320 dan perairan sebelah timur, dilaporkan cuaca di área cukup jelek dan menyulitkan pencarian.
  • Pukul 13.45. Hercules A-1320 tinggal landas dari Juanda menuju Halim.
  • Pukul 14.29. Hercules A-1326 dengan Captain Pilot Mayor Pnb.Teddy Syahputra dengan Copilot Kapt.Pnb.Adhe Irmansyah dan Lettu.Pnb.Riki Sihaloho tinggal landas dari Lanud Iskandar Pangkalan Bun menuju lokasi área pencarian dengan membawa Kaskoopsau I Marsma TNI Agus Munandar dan wartawan. Pesawat akan mencari korban dan serpihan dari udara untuk disampaikan pada kapal pencari di laut.
  • Pukul.14.46. Helikopter Dauphin HR-3601 Basarnas tinggal landas dari Pangkalan Bun menuju sasaran dan sekitarnya
  • Pukul 16.01. Pesawat P-3C Orion KN-01 ROKAF (AU Korsel) dengan Captain Pilot Letkol. Lee Gyu Yoon mendarat di Halim setelah meninggalkan Area III meliputi titik hilangnya Airbus 320 dan área (lama terbang 7 jam ) namun belum menemukan jejak pesawat Airbus 320.
  • Pukul 15.12. Hercules A-1320 dari Juanda mendarat di Halim.
  • Pukul.15.58. Helikopter Dauphin HR-3601 Basarnas tinggal landas dari KRI Yos Sudarso membawa satu jenasah menuju Pangkalan Bun dan mendarat pukul 16.28.
  • Pukul 16.03. Hercules A-1326 meninggalkan lokasi área pencarian menuju Halim
  • Pukul 17.22. Hercules A-1326 mendarat di Halim.

 

TNI Angkatan Udara selalu berusaha dengan cepat merespon situasi krisis serta menyiagakan personil dan pesawat untuk mendukung langkah-langkah evakuasi selanjutnya demi membuktikan semangat kerja keras serta dedikasi untuk menjunjung nama baik bangsa dan negara, sebagai tulang punggung kekuatan dirgantara nasional menegakkan keamanan dan keselamatan ruang udara Indonesia.

Informasi : Besok tgl, 2 januari 2015 pagi pukul 06.00 rencana akan ada tiga pesawat dari Halim melakukan operasi pencarian dan landing di Pangkalan Bun selanjutnya melakukan pencarian kembali dan mendarat di Halim.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel