Berita

“VIRA CAKTI YUDHA 85” : HANCURKAN REPUBLIK PASIFIKA

Dibaca: 16 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Komandan Sekkau Kolonel Pnb Sugiharjo membuka Gladi Sekolah Olah Yudha “Vira Cakti 85” yang diikuti oleh 124 perwira siswa (pasis) Sekkau Angkatan 85 di Lapangan Apel Kampus Sekkau, Selasa (26/5), Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. Olah Yudha atau OYU merupakan puncak kegiatan belajar-mengajar bagi siswa di lembaga pendidikan Sekkau yang berlangsung selama enam bulan.

 

Disebut puncak karena, pertama, latihan ini merupakan bagian akhir dari seluruh rangkaian kurikulum pendidikan Sekkau dimana para pasis diharapkan mampu menerapkan prosedur teknis staf, pembuatan naskah-naskah dinas, serta menguasai mekanisme operasi udara.

 

Kedua, latihan ini merupakan momentum penilaian bagi lembaga (Sekkau) atas sejauh mana para siswa telah menguasai materi pelajaran yang diberikan selama mengikuti pendidikan di lembaga ini.

 

Dalam gladi ini para siswa dihadapkan pada persoalan dalam bentuk perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan serta pengendalian suatu operasi udara. Di samping itu, para pasis juga dituntut untuk dapat melaksanakan pemecahan persoalan melalui suatu dinamika kelompok dalam suatu satuan setingkat Satuan Pelaksana Operasi Udara (Satlakopsud) dalam waktu yang sangat terbatas.

Baca juga:  Satkomlek TNI Harus Tingkatkan Kemampuan Melalui Latihan Terprogram

 

OYU “Vira Cakti 85” digelar berdasarkan scenario “klasik” yang hampir selalu digunakan dalam latihan-latihan TNI semua angkatan maupun gabungan. Yakni mengasumsikan keutuhan wilayah NKRI terancam oleh intervensi dan aneksasi musuh yang datang dari luar. “Musuh yang dipraanggapkan” (itu sebabnya disebut dengan nama sandi “musang”) itu bernama Republik Pasifika – sebuah Negara yang berada di kawasan utara kepulauan Natuna.

 

Menurut skenario, wilayah Natuna diduduki oleh tentara Pasifika dengan dukungan gerakan separatis Natuna (GNM = Gerakan Natuna Merdeka). Nah, misi yang diemban para pasis adalah melaksanakan perintah untuk merebut kembali Natuna ke pangkuan Ibu Pertiwi dengan menghancurkan center of gravity (CoG) Republik Pasifika, sekaligus mengusir mereka dari kepulauan Natuna dalam 30 hari!

 

Para pasis yang dibagi dalam 12 kelompok dan tiap kelompok merupakan Sub Komando Tugas Udara, mendapat tugas untuk melaksanakan operasi udara dengan tahapan-tahapan sebagaimana diajarkan di lembaga pendidikan Sekkau.***

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel