Berita

VT-CLA, Bukti Keganasan Militer Belanda

Dibaca: 183 Oleh 06 Jul 2012Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

“Ada pertanyaan?,” tanya Pegawai Negeri Sipil Mukijo, pemandu Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala kepada rombongan siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Bina Pemuda Cililin Kabupaten Bandung, saat berada di Ruang Alutsista di Museum Pesawat Terbang, Jumat (6/7).

Ruang Alutsista adalah nama salah satu ruang pamer koleksi di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala. Di ruang ini 36 koleksi museum berupa pesawat terbang tertata dengan rapi. Tak hanya itu, di Ruang Alutsista juga dipamerkan koleksi lainnya seperti Replika Dakota VT-CLA, Meriam Penangkis Serangan Udara, Peluncur Roket, Triple Gun, Peluru Kendali SA-75 serta Radar Darat Nysa.

“Tolong dijelaskan tentang pesawat ini, pak” seraya memegang replika pesawat Dakota VT-CLA, salah satu siswa SMK itu meminta untuk dijelaskan tentang sejarah pesawat yang dipamerkan hanya bagian ekornya saja itu.

Permintaan siswa SMK itu, dijawab pemandu museum dengan merunut kembali peristiwa sejarah yang terjadi 65 tahun silam. Peristiwa yang berhubungan dengan pesawat Dakota VT-CLA, berawal dari pengeboman tangsi-tangsi militer Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa oleh para prajurit dan kadet-kadet Angkatan Udara Republik Indonesia, pada pagi hari tanggal 27 Juli 1947.

Pengeboman di tiga sasaran tersebut membuat berang pihak Belanda, yang kemudian segera mengerahkan 3 buah pesawat Kittyhawk untuk mengejarnya. Karena tidak berhasil menemukan jejak elang-elang muda, maka pada sore harinya, Belanda dengan membabibuta menembak jatuh pesawat Dakota VT-CLA yang membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya. Pesawat yang hendak mendarat di Pangkalan Udara Maguwo itu jatuh terbakar di Desa Ngoto, karena keganasan 2 pesawat Kittyhawk Belanda.

“Dalam peristiwa ditembakjatuhnya pesawat Dakota VT-CLA, gugur para pendahulu TNI Angkatan Udara seperti Komodor Udara Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdurrachman Saleh dan Opsir Udara Adisumarmo. Peristiwa ditembakjatuhnya pesawat VT-CLA setiap tahun diperingati oleh warga TNI Angkatan Udara sebagai Hari Bhakti TNI Angkatan Udara,” jelas pemandu museum.

Pemasangan replika reruntuhan pesawat Dakota VT-CLA, terang pemandu museum, selain dimaksudkan untuk mengenang pengorbanan para perintis TNI Angkatan Udara, juga sebagai sarana untuk memotivasi semangat kepahlawanan generasi muda sebagai penerus bangsa.

Usai menerima penjelasan perihal pesawat Dakota VT-CLA, rombongan siswa Sekolah Menegah Kejuruan Bina Pemuda Cililin Kabupaten Bandung, melanjutkan melihat-lihat koleksi museum di Ruang Diorama.

Baca juga:  KOSEKHANUDNAS I TERLIBAT SEBAGAI SATGAS HANUD DALAM ANGKASA YUDHA 2013

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel