Berita

WAKASAU PANEN PADI DI LANUID HALIM PERDANAKUSUMA

Dibaca: 41 Oleh 26 Mei 2010Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsdya TNI Wresniwiro memotong padi secara simbolis menandakan dimulainya panen raya sawah percontohan dengan menggunakan pupuk Nutrisi Saputra yang dikelola Pusat Koperasi TNI Angkatan Udara (Puskopau) Lanud Halim Perdanakusuma, yang berlokasi di Jalan Rajawali Raya Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (30/4).

 

Wakasau, diselah-selah acara menjelaskan sesuai dengan program yang dicanangkan Pemerintah untuk peningkatan produksi pangan tahun 2007 ini, TNI AU ikut berpartisipasi menggunakan pupuk Nutrisi Saputra yang merupakan penemuan baru di bidang pertanian. Kalau boleh dibilang revolusi hijau, dimana dengan penggunaan Nutrisi Saputra ini ada beberapa hal keuntungan diantaranya hasil pertanian akan jauh lebih meningkat, masa tanam jauh lebih singkat, biaya lebih murah, serta tanah lebih menjadi subur, ini menurut teori maka mari kita buktikan. Rencana ini benar sehingga program Pemerintah untuk produksi peningkatan pangan itu dapat terpenuhi sehingga mudah-mudahan kita dapat menuju swa sembada pangan. Diharapkan dengan adanya proyek percontohan ini akan diikuti selanjutnya oleh Lanud-Lanud di seluruh Indonesia. Banyak lahan-lahan TNI AU yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dapat menggunakan Nutrisi Saputra ini, dengan bekerja sama lewat Puskopau-Puskopau, Primkopau-Primkopau, melalui supervisi dari PT. Saputra Grup. Dengan adanya kerjasama tersebut nantinya kita dapat berpartisipasi secara nasional untuk ikut meningkatkan produksi pangan nasional. Mudah-mudahan rogram ini dapat bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.

Baca juga:  FINAL VOLLY PUTRI DI LANUD ABD SALEH

 

Panen yang baru pertama kali dilaksanakan dengan menggunakan pupuk Nutrisi Saputra ini memiliki keunggulan yakni antara lain; pertumbuhan tanaman lebih cepat, anakan batang padi lebih banyak dan buah bulir padi lebih banyak, Jika dibandingkan dengan pupuk biasa, maka penggunaan Pupuk Nutrisi Saputra dapat menghasilkan panen lebih banyak dari pada penggunaan pupuk biasa.

 

Lahan yang dipergunakan untuk percontohan seluas 2 hektar dengan pupuk Nutrisi Saputra berlokasi di Komplek Rajawali seluas 1,3 hektar dan di Komplek Persada Purnawira seluas 0,7 hektar. Sebagai lahan pembanding dipersiapkan 2 hektar dengan menggunakan pupuk anorganik.

 

Bibit tanaman padi yang dipergunakan adalah jenis varietas Ciherang Super dengan masa tanam kira-kira 100 hari. Waktu pelaksanaan penanaman dilaksanakan tanggal 20 Januari 2007 dan direncanakan panen akhir bulan April 2007. Umur bibit Ciherang Super kurang lebih 23 hari.

 

Penggunaan pupuk Nutrisi Saputra dilakukan dengan cara penyemprotan pada tanaman dan tanah sebanyak 7 kali yaitu, untuk bulan pertama sebanyak 4 kali, bulan kedua, 2 kali, dan bulan ketiga, 1 kali.

Baca juga:  APEL KHUSUS SAMBUT TAHUN BARU 2011 DI KALIJATI

 

Sedangkan permasalahan dan kendala yang ditemukan antara lain hujan tanggal 2 sampai dengan 5 pebruari 2007 yang mengakibatkan banjir dilahan persawahan. Kemudian terjadinya angin besar tanggal 23 dan 24 april 2007 sehingga mengakibatkan padi dibeberapa titik area sawah roboh. Serta saluran air saat itu tidak dapat menyalurkan air secara cepat apabila terjadi banjir. Tindakan yang diambil yaitu pembongkaran saluran air/perbaikan gorong-gorong untuk mempercepat pembuangan air yang tergenang banjir, serta perbaikan/pergantian tanaman padi yang rusak.

 

Untuk satu hektar sawah menghabiskan 24 liter (12 set) pupuk dan persatu hektar sawah menghasilkan kurang lebih 7 ton. Penggarapan lahan sawah seluas 2 hektar tersebut dikerjakan oleh 8 orang.

 

Awalnya tanah yang digunakan untuk sawah percontohan seperti sekarang ini adalah suatu lahan yang tidak bermanfaat, kemudian ada instruksi dari pimpinan TNI AU waktu itu untuk pemanfaatan lahan tidur maka Pihak Lanud Halim Perdanakusuma dalam hal ini Puskopau mulai mengelola tanah tersebut menjadi produktif dengan pembuatan sawah tadah hujan dan tentunya hasilnya untuk kesejahteraan anggotanya.

Baca juga:  Kadisdikau Tinjau Peserta Tes P2BS di Lanud Abdulrachman Saleh

 

Perbandingannya di saat masih menjadi lahan tidur yang belum dimanfaatkan maka secara otomatis hasilnya tidak ada. Pada saat menjadi sawah tadah hujan maka hasil pengolahannya hanya biasa-biasa, namun dengan dikembangkan sawah tadah hujan ini menjadi sawah percontohan dengan menggunakan pupuk Nutrisi Saputra maka hasilnya jauh lebih baik lagi. Bayangkan saja luas sawah tadah hujan secara keseluruhan yang ada di Lanud Halim Perdanakusuma berjumlah 40 hektar bila semuanya ditanami bibit padi Ciherang Super dan menggunakan pupuk Nutrisi Saputra maka tentunya hasilnya akan lumayan bagusnya.

 

Bila semua ini tercapai maka upaya dari Lanud Halim Perdanakusuma untuk pemanfaatan lahan tidur sudah dilaksanakan dengan baik serta usaha meningkatkan kesejahteraan anggota melalui koperasi dapat meningkat. Sedangkan bagi Pemerintah sendiri bila rencana semuanya berjalan dengan lancar maka hasil untuk peningkatan produksi pangan itu dapat terpenuhi sehingga mudah-mudahan kita dapat menuju swa sembada pangan.

 

Hadir dalam acara tersebut Aspers Kasau, Pangkoopsau I, Kadispenau, Kadismatau, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Lurah Halim Perdanakusuma , PT Saputra Grup.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel