Berita

Wapres Jusuf Kalla Kuker ke Aceh

Dibaca: 8 Oleh 15 Des 2015Tidak ada komentar
Wapres Jusuf Kalla Kuker ke Aceh
#TNIAU 

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla Kunjungan kerja ke Propinsi Aceh 13 Desember 2015 wapres Landed di Vip Room Pangkalan Komando Operasi AU I Sultan Iskandar Muda (SIM) pukul 09:30 Wib mengunakan Pesawat Pk-PJJ INA 2 disambut hanggat oleh unsur Muspida Aceh, Gubnur Aceh, Wali Nangroe, Wali kota Banda Aceh, Pangdam IM, Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto, Kapolda Aceh, Komandan Lanud SIM Kolonel Pnb Paminto B.P dan Danlanal Sabang kedatangan Wapres Jusuf Kalla untuk memperingati ke-15 Hari Nusantara di pelabuhan perikanan samudera Lampulo Banda Aceh. Minggu, (13/12).

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang juga di damping Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Menteri ESDM Sudirman Said, Gubnur Aceh Zaini Abdullah, dan Wali Nanggroe Malik Mahmud dalam sambutannya Wapres mengatakan, pertahanan laut negeri ini sangat perlu diperkuat. Sebab, sumber daya di dalamnya bukan hanya ikan, tetapi banyak sumber mineral lain. Bahkan, sumber terbesar minyak dan gas (migas) nasional maupun aceh yang terbaru justru berada di laut lepas. “Penelitian sejumblah perusahaan migas nasional dan asing membuktikan bahwah sumber migas di negeri ini yang paling banyak justru ada di laut lepas”.

Baca juga:  DELAPAN PESAWAT T-50i GOLDEN EAGLE SUDAH BERSARANG DI LANUD ISWAHJUDI

Wapres juga mengatakan, TNI AL harus bisa menjadi salah satu kekuatan terkuat maritime di dunia. JK juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan Negara kepulauan dan sangat mudah dipecah belah. Karna itu 58 tahun yang lalu muncul ide dari tokoh-tokoh Indonesia membuat Deklarasi yang dikenal dengan Deklarasi Juanda. Isinya, Selat Malaka yang memisahkan Sumatra dengan pulau jawa, laut jawa atau selat sunda yang memisahkan jawa dengan pulau Kalimantan dan seterusnya sampai irian jaya (Papua) merupakah wilayah kelautan dan Daratan NKRI.

“ujar Wapres Jusuf Kalla di ahir sambutanya Kita perlu anak-anak bangsa yang cerdas dan brilian dalam ilmu kelautan, agar bisa mengelolah sumber daya alam di bawah laut untuk memberi manfaat kepada semua, termasuk nelayan.”

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel