Berita

WARA DITUNTUT PROFESIONAL

Dibaca: 16 Oleh 26 Mei 2010Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

WANITA ANGKATAN UDARA (WARA) DITUNTUT PROFESIONAL

 

Dalam upaya meningkatkan profesionalisme prajurit, TNI AU tidak membeda-bedakan antara prajurit pria dan prajurit wanita. Keseluruhan pembinaan prajurit TNI AU diarahkan agar mampu menguasai bidang tugas dan memiliki jiwa yang tinggi.

 

Demikian sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Herman Prayitno yang dibacakan Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI IB. Sanubari, SE, pada upacara peringatan ke-44 Wanita TNI Angkatan Udara (Wara), Senin (13/8) di lapangan Koopsau II, yang dihadiri Pangkosekhanudnas II Marsekal Pertama TNI Adityawarman, Danlanud Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Eddy Suyanto, para pejabat staf Koopsau II, Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II sebagai Ibu Winayadhati Kanyasena Ny. Indah Sanubari, perwakilan dari Kowal, dan Polwan serta undangan lainnya.

 

Dikatakan, tuntutan peningkatan kualitas perempuan Indonesia juga semakin tinggi yang tidak hanya terbatas pada hal-hal yang menyangkut masalah kewanitaan, tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Menyadari perkembangan ini, TNI AU terus berusaha meningkatkan peran Wara selaras dengan tuntutan peran perempuan pada tingkat nasional maupun global.

Baca juga:  ZIARAH MEMPERINGATI HUT KE-60 KOOPSAU

 

Menurut Kasau, Wanita TNI Angkatan Udara telah menjadi integral dari prajurit TNI AU yang memiliki hak dan kewajiban sama dengan prajurit pria meskipun kodrat dan sifat sebagai seorang wanita tidak dapat dipisahkan dengan tugas dan kewajibannya sebagai prajurit. ”Peran wanita udara telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi tumbuh dan berkembangnya organisasi serta suksesnya tugas TNI Angkatan Udara”, tegasnya.

 

Disadari, lanjut Kasau, betapa berat beban yang dituntut dari seorang prajurit Wara, karena di samping tugas tanggung jawabnya sebagai seorang prajurit profesional juga harus memikul tugas-tugas sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anaknya.

 

Usai upacara dilanjutkan dengan syukuran di Ballarialaka berupa pemotongan tumpeng oleh Pangkoopsau II dan Ibu Winayadhati Kanyasena D.II Koopsau II Ny. Indah Sanubari yang diserahkan kepada Wara termuda Serda Septiani Wulandari, yang lahir di Bangkalan Madura tahun 1988. ***Pen Koopsau II

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel