Berita

Wara Tidak Hanya Memenuhi Tuntutan Emansipasi

Dibaca: 15 Oleh 25 Apr 2015Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Wara (Wanita Angkatan Udara) yang dibentuk pada 12 Agustus 1962, pada dasarnya untuk memenuhi tuntutan emansipasi, namun dalam perkembangan waktu, keberadaan Wara sudah menjadi kebutuhan organisasi militer dibidang pertahanan matra udara, demikian Pernyataan Ibu Winayadati Kany a Sena Ny. Bryantira Agus Supriatna yang disampaikan pada acara silahturahmi dengan seluruh anggota Wara Mabesau di Gedung Suharnoko Harbani, Cilangkap, Jumat (24/4). 

Dikatakan, srikandi-srikandi TNI Angkatan Udara yang gagah perkasa dalam kefeminiman, telah ikut berperan aktif dalam menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk itu saya merasa bangga karena Wara telah melaksanakan peran diantara multi peran kaum wanita Indonesia yaitu sebagai istri pendamping suami, sebagai ibu rumah tangga dan ibu dari anak-anaknya. 

Awalnya Wara hanya dipercaya dalam tugas-tugas kewanitaan yang lazim seperti bidang administrasi, kesehatan dan bidang hukum, akan tetapi sejalan perjalanan waktu tugas Wara semakin luas dan sampai saat ini sudah banyak Wara yang menjadi penerbang, teknisi pesawat terbang dan sekarang juga sudah diberikan kesempatan menjadi Taruni yang tentunya diharapkan Wara kedepan dapat menduduki jabatan strategis dalam dunia kemiliteran. 

Baca juga:  Danlanud Rsn, Sumpah Prajurit Dan 8 Wajib TNI Sebagai Jati Diri  Seorang Prajurit

Wara adalah wanita-wanita yang dipilih bukan terpilih dari sekian banyak wanita Indonesia, karena menjadi Wara harus memenuhi berbagai persyaratan dan melalui serangkaian test terlebih dahulu, setelah lulus test kemudian mengikuti pendidikan / pelatihan yang cukup berat. Oleh karena itu saya menaruh rasa hormat dan bangga kepada Wara, karena Wara dididik untuk menjadi TNI yang profesional, siap berkorban dan menjadikan tugas adalah segala-galanya dengan dilandasi jiwa patriotik, serta memiliki disiplin, jiwa korsa dan kemampuan yang mumpuni sesuai bidang jabatan masing-masing, tegasnya. 

Pada kesempatan tersebut ibu Winayadati Kanya Sena juga memberikan penekanan kepada Wara yaitu untuk meningkatkan terus keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pererat hubungan silaturahmi dengan siapa saja, tingkatkan terus profesionalitas dengan tetap belajar dan berlatih, tumbuh kembangkan terus saling hormat menghormati antar sesama agar keharmonisan bekerja, dan menjaga kehormatan diri serta korpsnya. 

Selain silahturahmi dengan ibu Winayadati Kanya Sena acara diisi dengan pembekalan mengenai Hukum dari Kasubdis Dargakum Diskumau Kolonel Sus Suhadiri, pembinaan mental dari Letkol Sus Zaitul Muklis dan psikologi dari Marsma TNI (Purn) Herry Hermawan Artawidjaja.

Baca juga:  ASAH KEMAMPUAN, PERSONEL LANUD SOEWONDO LAKSANAKAN LATIHAN MENEMBAK

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel