Pustaka

Warga Cipinang Pulo, minta TNI AU buat pintu air di Halim

Dibaca: 7 Oleh 16 Jan 2013Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Untuk mengantisipasi jebolnya tanggul pembuatan waduk di Halim, warga RT 1 dan 2 RW 3 dan RT 11 RW 2, Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, meminta agar TNI AU dapat membuat pintu air di beberapa titik waduk yang sudah dibuat sejak november 2012 lalu.

Ketua RW 3 Muchtar Usman mengatakan, dari hasil musyawarah yang dilakukan warga setempat, solusi untuk menghindari banjir di sejumlah rumah warga adalah meminta TNI AU untuk membuat pintu air di waduk tersebut.

“Solusinya kita sudah minta warga untuk tenang dahulu. Tidak ada yang namanya jebol tanggul, tutup tanggul lagi,” ujarnya saat ditemui merdeka.com, Selasa (15/1).

Dikatakan Muchtar, jika pintu air ini tidak dibuat secepatnya maka masalah baru akan muncul jika curah hujan semakin meninggi.

“Kalau hujan terus-terusan, tanggul gak bisa nampung air, jebol, nanti takut malah kaya situ gintung lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut Muchhtar mengatakan, saat ini pihak kepengurusan RT dan RW telah memberikan surat kepada Danlanud Marsekal Pertama Adang S, untuk mampu merealisasikan harapan warga ini.

Baca juga:  Kisah Halim Perdanakusuma, Penerbang Tangguh Indonesia

“Hingga saat ini belum ada tanggapan dari AU, suratnya udah masuk, supaya masyarakat ini tidak ribut, segala solusi kita lemparkan,” tegasnya.

Untuk diketahui Warga RT 1 dan 2 RW 3 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, keberatan dengan adanya pembuatan waduk yang rencananya akan dibuat di lingkungan mereka. Waduk nantinya seluas 32 hektare di tanah yang diakui milik TNI AU tersebut.

Program pembuatan waduk ini sebelumnya memang sempat dicanangkan oleh mantan Gubernur Fauzi Bowo beberapa tahun lalu. Namun hingga masa jabatan Fauzi Bowo habis program tersebut baru mulai berjalan.

Pada Senin 12 November silam, rumah puluhan warga yang berada di daerah Cipinang Melayu dibongkar oleh Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU. Lokasi yang berbatasan dengan RT 1 dan 2 RW 3 tersebut kini sudah dilakukan galian sodetan ke saluran penghubung Sulaiman menuju ke Kali Sunter untuk mengatasi permasalahan banjir di Jakarta.

Sumber: www.merdeka.com

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel