Berita

Warga Lanud Sultan Hasanuddin Peringati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Dibaca: 9 Oleh 11 Mei 2016Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Warga muslim Lanud Sultan Hasanuddin, Wing 2 Paskhas, Batalyon 466 Paskhas, Denhanud 472 Paskhas serta Ibu-Ibu PIA Ardhya Garini Cabang 8/ D II Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa (10/5) menghadiri acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H di Masjid Nurussamawat Lanud Sultan Hasanuddin dengan penceramah Ustadz Nurhadi Rajab, M.Ag.

Peringatan Isra Mi’raj yang dilaksanakan secara sederhana dan khidmat tersebut diawali pembacaan Ayat Suci Al Quran, Sambutan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, uraian tentang Isra’ Mi’raj dilanjutkan dengan doa oleh Ustadz Nurhadi Rajab, M,Ag.

Dalam sambutannya, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Nanang Santoso menyampaikan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting bagi umat Islam dan memiliki makna tersendiri, khususnya dalam ketaqwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-NYA yang paling mendasar yaitu Sholat 5 waktu.

Selanjutnya Marsma TNI Nanang Santoso mengharapkan melalui hikmah peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, agar seluruh warga Lanud Sultan Hasanuddin beserta keluarga, untuk memahami dan menghayati makna di balik peristiwa Isra’ Mi’raj, lebih dari itu peringatan ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk instropeksi diri masing-masing tentang ketaqwaan dalam melaksanakan perintah sholat lima waktu sebagaimana yang telah ditunjukkan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dalam kedinasan, kehidupan berumah tangga maupun kehidupan sosial yang lebih luas, sehingga segala bentuk keraguan dan kebimbangan dapat terhapuskan serta seluruh tugas-tugas, dapat berjalan dengan baik.

Baca juga:  MAULID NABI DI PUSDIKLAT HANUDNAS SURABAYA

Sementara Ustadz Nurhadi Rajab, M,Ag. dalam tausiahnya mengatakan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW mengandung makna tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian menuju Sidratul Muntaha guna menghadap Allah SWT untuk menerima perintah Sholat lima waktu sehari semalam. Selanjutnya dijelaskan bahwa ibadah yang ringan dan tanpa biaya yaitu melaksanakan sholat, sehingga diharapkan dapat menjalankan sholat wajib dengan baik dan untuk perbanyak sholat sunah.(penhnd/2016).

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel