Berita

Waspada Demam Berdarah

Dibaca: 1 Oleh 03 Des 2010Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Sebanyak 90 warga dari perwakilan tiap-tiap Rukun Tetangga (RT) di Komplek Perumahan Lanud Adisutjipto, Kamis (2/12) mengikuti ceramah kesehatan di Gedung Jupiter Lanud Adisutjipto. Ceramah yang disampaikan dokter Umi Mutmainah dari Puskesmas Banguntapan III itu, mengangkat demam berdarah.

 

Dalam ceramahnnya Dokter Umi menjelaskan bahwa demam pada penderita demam berdarah mempunyai kekhasan yaitu seperti pelana kuda. Grafik seperti pelana kuda ini tutur dokter Umi, menunjukkan kondisi penderita. Menurutnya penderita yang sebelumnya tampak sehat, tiba-tiba demam tinggi selama tiga hari pertama. Namun memasuki hari ke 4 dan ke 5 demam turun seolah sembuh, padahal ini adalah fase kritis. “Di hari ke-6 dan ke-7 penderita kembali mengalami demam tinggi, inilah fase penyembuhan,” jelasnya.

 

Untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti, dokter Umi menyarankan sistem 3 M Plus. Sistem 3 M Plus adalah menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air dan mengubur semua barang-barang bekas yang berada di sekitar/luar rumah yang dapat menampung air hujan. Sedang kata Plus yang dimaksud adalah tindakan memberantas jentik dengan cara menaburkan bubuk abate serta menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat anti nyamuk atau memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.

Baca juga:  Pangkat Baru Menjadi Pendorong Semangat

 

Lebih lanjut dokter Umi menuturkan apabila di lokasi ditemukan 3 kasus positif demam berdarah dengan radius 100 meter dan di daerah tersebut ditemukan banyak jentik nyamuk Aedes Aegepty, maka baru perlu dilakukan pengasapan atau fogging.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel