Berita

WASPADAI BAHAYA KEBAKARAN

Dibaca: 7 Oleh 19 Mei 2010Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Kebakaran adalah suatu bencana atau musibah yang tidak pernah pandang bulu,baik bagi orang kaya maupun orang miskin sekalipun, kapan saja, dimana saja selalu dapat terjadi dengan berbagai macam sebab akibatnya, hal ini menghendaki tanggung jawab kita bersama dalam hal pencegahannya atau penanggulangan bahaya kebakaran tersebut. Selain itu kebakaran juga bukan saja bersifat merusak, tetapi mengganggu kelancaran suatu produksi, supply, lalu lintas, keselamatan harta benda bahkan jiwa, demikian antara lain paparan Kasubsi PK Lanud Halim Perdanakusuma Kapten Tek Irwan pada latihan penanggulangan bahaya kebakaran yang diikuti oleh seluruh personel Kosekhanudnas I bertempat dilapangan apel Mako Kosekhanudnas I, Rabu ( 9 / 12 ).

 

Bagian terpenting dalam proses penanganan kebakaran atau ledakan pada hakekatnya terletak sejauh mana langkah – langkah yang konstruktif guna mencegah terjadinya kebakaran sehingga dapat dituangkan dalam bentuk panduan kegiatan dandapat diterapkan dilapangan secara efektif dan efisien. Hal ini selaras dengan adanya pandangan bahwa mencegah jauh lebih bermanfaat dari pada mengobati. Jika sudah terjadi kebakaran maka besar kemungkinan akan terjadi kehilangan personel atau materil, untuk itu pencegahan perlu dilakukan guna memperkecil setiap resiko yang mungkin terjadi.

Baca juga:  Fogging Di Kawasan Markas Kosekhanudnas II

 

Dengan demikian begitu sangat pentingnya akan kebutuhan alat-alat pencegahan dan pemadam kebakaran, baik dirumah, perkantoran, kendaraan dan daerah-daerah yang banyak terdapat barang-barang yang mudah terbakar yang benar-benar membutuhkan perhatian dan pengawasan yang khusus. Beberapa hal yang perlu diketahui penyebab kebakaran yang sering terjadi karena tiga faktor yaitu: oxygen, heat (panas) dan media. Bahaya kebakaran dapat dibagi menjadi 4 kelas yaitu: kelas A (kebakaran umum) yang berasal dari kayu,kertas,tekstil, alang-alang dan lain lain. Upaya penenggulangan paling efektif dengan menggunakan air atau pasir. Kelas B (api yang berasal dari benda cair yang mudah terbakar antara lain bensin, minyak tanah, oli dan sebagainya). Cara penanggulangannya yang paling efektif menggunakan alat pemadam kebakaran yang berisi CO2, DCP atau BCF berupa busa atau foam.Kelas C (api yang berasal dari arus hubungan pendek/korseleting listrik, motor transformator, alat pemanas listrik dan sebagainya). Cara penanggulangannya yang paling efektif menggunakann pemadam CO2. Kelas D (api yang berasal dari terbakarnya benda-benda seperti logam, magnesium). Cara paling efektif untuk memadamkan api dengan menggunakan CO2 dan DCP.

Baca juga:  Super Tucano Kembali Ke Home Base Tinggalkan Bumi Gora

 

Waspada dan cegah potensi terjadinya kebakaran diantaranya seperti memadamkan listrik yang tidak digunakan, menghindari fitting secara bertumpuk, menghindari penyambungan kawat pada sekering yang sudah putus, tidak merokok dan membuang punting di sembarang tempat, tidak membiarkan bahan yang mudah terbakar berserakan, menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api, menghindari menumpuk barang di dekat pintu darurat.

 

Demikian antara lain maksud dan tujuan latihan penanggulangan bahaya kebakaran di Kosekhanudnas bekerjasama dengan Subsie PK Lanud Halim Perdanakusuma, adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan personil Kosekhanudnas I pada pelaksanaan tugas yang diberikan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel