Berita

Wing Day Sekbang 87; “Tiga Puluh Penerbang Perkuat TNI AU”

Dibaca: 54 Oleh 21 Mei 2015Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Kasau Mersekal TNI Agus Supriatna melantik tiga puluh penerbang lulusan  Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 87 di Lapangan Jupiter Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta, Rabu (20.5). Dan menjadi lulusan terbaik Letda Pnb Asindo Ezra Tridita S,T (Han).

Wisuda sekbang atau lebih dikenal dengan Wing Day merupakan akhir dari pendidikan sekolah Penerbang TNI AU yang dilaksanakan selama 17 bulan yaitu 2,5 bulan bina kelas (ground school), 3,5 bulan terbang latih dasar dan 8 bulan terbang latih lanjut dengan pesawat T-34 Charly. Selain terbang militer para siswa juga dibekali dengan kursus cipil pilot licency (CPL).

Ketiga puluh penerbang tersebut, dua belas penerbang ditempatkan menjadi penerbang pesawat tempur, sepuluh penerbang pesawat angkut dan delapan penerbang di tempatkan menjadi penerbang helikopter.

Kasau dalam sambutannya mengatakan,  TNI Angkatan Udara yang didukung oleh kebijakan pemerintah, terus  melakukan upaya membangun kekuatan alat utama sistem persenjataan dirgantaranya, baik menambah maupun memperbaharui alutsista khususnya pesawat, baik dari jenis tempur, angkut, helikopter dan tanpa awak, diharapkan akan lebih mampu memenuhi berbagai tuntutan penugasan masa depan, dalam Operasi Militer Perang(OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).   Dengan demikian apabila kepentingan nasional terganggu dan mengharuskan TNI bergerak, maka TNI AU pastilah berada di baris terdepan sebagai penjaga dirgantara nasional.

Baca juga:  Tidak Ada Sesuatu yang Dapat Dicapai Tanpa Kerja Keras

Seiring dengan kondisi tersebut, maka kebutuhan untuk mengawaki berbagai pesawat modern yang dimiliki TNI AU saat ini dan yang akan datang, tentunya tidak sekedar memberi peluang bagi para perwira, namun juga menjadi tantangan yang harus diatasi.  Untuk itu, tuntutan kedepan yang dihadapi tentunya tidak semakin ringan. Dalam situasi demikian maka, penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan terbang yang mumpuni, serta memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, etos kerja yang baik serta kesamaptaan jasmani yang prima adalah hal yang mutlak dan perlu kalian miliki.

Disamping itu, sebagai air crew harus memiliki sikap Airmanship, yang tercermin dalam tingkah laku perbuatan kita, baik saat melaksanakan tugas di udara maupun saat on the ground. Airmanship identik dengan sikap profesionalisme dan  terus melatih diri untuk membangun kebiasaan baik, sehingga terbentuk karakter yang dapat mendukung kemampuan dalam  melaksanakan tugas, jelas Kasau.

Sebagai konsekuensi profesi, harus disadari bahwa disamping tugas yang harus paripurna (mission accomplished), juga harus mampu menjamin keberlangsungan alutsista pesawat terbang yang dipercayakannya. Terkait dengan hal itu, faktor perencanaan tugas yang baik sebagai awal keselamatan terbang dan kerja harus menjadi prioritas utama karena akan menjadi kunci bagi keberhasilan dan keselamatan para perwira penerbang dalam mengemban tugas pengabdiannya.

Baca juga:  Passing In Parade dan Passing Out Parade Komandan Lanud J.B. Soedirman

Kasau mengingatkan, “bahwa The Sky is vast, but there is no rooms for errors, untuk melaksanakan setiap tahapan dan mekanisme penerbangan dengan benar, lakukan  persiapan sebaik mungkin, serta tidak bosan untuk terus berlatih termasuk menggunakan simulator dan berdiskusi dengan semua pihak yang terlibat dalam penugasan”.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel