Berita

Wingdikum Adakan Latihan Psikologi Lapangan

Dibaca: 12 Oleh 25 Jan 2016Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Biasanya setiap Jumat, personel Wingdikum melaksanakan olahraga umum guna menjaga kebugaran tubuh. Namun kali ini berbeda, dibawah arahan Kasubsipsi Dispers Wingdikum Lettu Kes Nining Kusumajati, S.Psi., seluruh personel dikumpulkan di lapangan apel Wingdikum untuk diberikan pelatihan psikologi lapangan. “Pasti bertanya-tanya apa itu psikologi lapangan,” katanya membuka penjelasan kegiatan. Jumat (22/1).

Menurutnya keterampilan psikologis sangat penting dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas. Keterampilan tersebut, muncul melalui kerja sama kelompok kecil hingga berjenjang dalam kelompok besar, karena tentunya didalamnya tercipta komunikasi, koordinasi, pengendalian konflik, supervisi, followership dan pemecahan masalah dalam bertugas. Secara garis besar, Nining menyampaikan secara teori memungkinkan personel tidak mengerti maksud dari kegiatan ini, sehingga perlu adanya praktek nyata untuk merangsang kesadaran individu dalam memahami prinsip-prinsip perilaku efektif sebagai anggota kelompok yang terorganisir.

Kegiatan dimulai dengan membuat lingkaran besar di lapangan Nawa Tunggal dan meminta personel mengikuti instruksi meniru gerakan yang telah dijelaskan instruktur, seperti kuncup bunga, lampu merah, patung pancoran dan bunga mekar. Diselingin canda tawa, beberapa personel mencari kawan untuk membentuk gerakan tersebut hingga terbentuklah tiga tim yang sama besar jumlahnya. Selanjutnya, setiap tim diarahkan menuju pos-pos yang terdiri dari tiga pos yaitu pos trust fall, pos tiga balon dan pos kotak dimana setiap tim harus melalui semua pos tersebut.

Baca juga:  “Peringatan tahun baru Hijriyah sebagai wahana introspeksi diri dalam rangka menyongsong kehidupan yang lebih baik”

Usai melalui semua pos, kembali Nining menjelaskan di pos trust fall, personel diminta untuk percaya dengan rekan setimnya, sehingga saat menjatuhkan diri memiliki keyakinan bahwa rekannya tidak akan meninggalkan dan membantu jika dibutuhkan. Kemudian di pos tiga balon, setiap personel diwajibkan mengamankan tiga bola yang diselipkan dikedua tangan dan didepan dada. Dengan membentuk satu barisan, peraturannya jangan sampai bola terjatuh saat melewati rintangan tali yang terikat diantara pepohonan. Hal ini dimaksudkan agar adanya keselarasan kerja tim dari yang paling terdepan hingga terakhir dengan tetap menjalankan tugasnya masing-masing agar mencapai tujuan yang sama. Lalu pos kotak, dimana setiap anggota dalam tim maju satu per satu melewati 16 kotak didepannya yang hanya memiliki 4 kotak atau jalan yang benar. Melalui pos ini, harapannya terciptanya komunikasi yang baik dan tidak membingungkan anggota lainnya dalam menjalankan tugas.

Setelah itu, personel dikumpulkan di shelter dan diadakan makan tumpeng bersama sebagai wujud syukur atas kerja sama yang telah dibentuk selama mengikuti pelatihan psikologi lapangan ini. “Terima kasih banyak kepada panitia yang telah mempersiap kegiatan ini dengan baik. Besar harapan saya keceriaan, kerja sama, komunikasi dan sukacita ini bias kita terapkan dalam pelaksanaan tugas sebenarnya,” ujar Danwingdikum Kolonel Pnb Danang Setyabudi, S.E., menutup kegiatan ini sekaligus berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut.

Baca juga:  Danseskoau Buka Pendidikan Seskoau A-52

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel