Berita

Wiwiek Sagita “Oplosan” Goyang Prajurit Lanud Sultan Hasanuddin

Dibaca: 2 Oleh 03 Nov 2014Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Warga Lanud Sultan Hasanuddin bersama masyarakat sekitar, Jumat malam (31/10) berbondong-bondong memadati Lapangan Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin menyaksikan Orkes Melayu Sera pimpinan Abah Shaleh yang sengaja didatangkan langsung dari Surabaya, bersama sang pemilik lagu “Oplosan” Wiwiek Sagita, Via Vallen, Niken Maheswara, serta beberapa penyanyi dangdut asal Gresik dan Surabaya lainnya. Panggung prajurit terbesar dan pertama kali digelar di kota Makassar itu, didesain dengan panggung super jumbo dan didukung dengan lighting dan sound system berkekuatan 100.000 watt., digelar oleh Lanud Sultan Hasanuddin dalam rangkaian syukuran HUT Ke-69 TNI.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Dody Trisunu, disela-sela kegiatan malam Panggung Prajurit tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin dan Wing 2 Paskhas, atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama melaksanakan tugas mendukung rangkaian kegiatan HUT ke-69 TNI, “tanpa dedikasi dan loyalitas terhadap satuan, niscaya kita tidak akan dapat melaksanakan tugas dengan baik”, tegasnya.

Baca juga:  PS JAPFA JUARA DIRGANTARA CUP XIV

Kegiatan panggung prajurit yang cukup menghibur para prajurit Lanud Sultan Hasanuddin dan masyarakat sekitar Maros dan Makassar itu, digelar setelah para prajurit melaksanakan kegiatan Minggu Militer yang dilaksanakan sejak 27 sampai 31 Oktober, yang diikuti seluruh prajurit Lanud Sultan Hasanuddin beserta satuan jajaran diantaranya Skadron Udara 5 Wing 5, Skadron Udara 11 Wing 5, Skadron Teknik 044, Satpomau dan Rumah Sakit dr. Dody Sarjoto Lanud Sultan Hasanuddin serta Batalyon Komando 466 Paskhas. Pada kesempatan apel gabungan, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin menyampaikan bahwa kegiatan latihan Minggu Militer bertujuan melatih dan me-refresh kembali para prajurit khususnya Lanud Sultan Hasanuddin tentang dasar-dasar keprajuritan yang pernah didapat oleh seluruh prajurit pada saat pendidikan dasar/pembentukan keprajuritan, yang dilaksanakan dengan penuh semangat, gembira dan perasaan ikhlas, sehingga para prajurit dapat meningkatkan pemahaman, pengalaman dan kemampuan tentang keprajuritan. Usai Minggu Militer kemudian diakhiri dengan menggelar Panggung Prajurit untuk menghibur dan melepas lelah para prajurit melalui goyang dangdut yang dikemas dalam “Panggung Prajurit”.

Baca juga:  PANGKOOPSAU I TUTUP LATIHAN “JALAK SAKTI 2007”

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel