BeritaFoto

Yanto Eluay Bercerita kepada Danlanud Silas Papare, Bagaimana Orangtuanya Menanamkan Jiwa Nasionalisme dan Cinta kepada NKRI

Dibaca: 13 Oleh 28 Des 2020Desember 30th, 2020Tidak ada komentar
Yanto Eluay Bercerita kepada Danlanud Silas Papare, Bagaimana Orangtuanya Menanamkan Jiwa Nasionalisme dan Cinta Kepada NKRI
#TNIAU 

TNI AU. Yanto Khomlay Eluay atau lebih dikenal dengan Yanto Elluay, seorang Ondofolo Besar di wilayah Sentani, Jayapura. Ia adalah Putra dari Theis Hiyo Eluay, tokoh dan pejuang Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969. Dalam Podcast Kebangsaan dengan judul “Dialog Kebangsaan dengan Yanto Eulay: Ayahku Pejuang Pepera dan Mendidikku Cinta NKRI” yang dipandu langsung Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI Budhi Achmadi, Ia bercerita tentang bagaimana orangtuanya mendidik anak-anaknya untuk cinta NKRI.

Dalam Podcast Kebangsaan yang ditayangkan Minggu (27/12/2020) ini, Yanto Elluay menceritakan bahwa orangtuanya sudah menamankan Pancasila dan NKRI sejak kecil kepada anak-anaknya. Ayahnya juga kerap membaca buku-buku yang ditulis Bung Karno, bahkan di ruang tamu rumahnya pun dipajang foto Proklamator RI, Bung Karno.

Kecintaan Yanto kepada Indonesia saat ini diwujudkannya dengan mendirikan organisasi Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5), dimana dia menjabat sebagai ketua umum.

“(Organisasi) ini inisiatif dari saya, saya berfikir bahwa kita melihat situasi dan kondisi Papua saat ini,” katanya.

Baca juga:  Primkopau Lanud RHF Gelar RAT Tutup Buku Tahun 2020/2021

Yanto melihat status, politik atau sejarah para tokoh ini diputarbalikkan. Hal itu, katanya, harus diketahui generasi saat ini. Orangtuanya, kata Yanto, menyampaikan kepadanya bahwa Bangsa Indonesia sangat besar. Kalaupun ada melawan Indonesia, pesan orangtuanya, hanya untuk mendapatkan perhatian saja. “Mungkin (orang yang melawan Indonesia) jiwanya bukan jiwa Indonesia,” ucapnya.

Terkait keberadaan aparat TNI, Polri dan lainnya di Papua, Yanto mengatakan, situasi yang damai, aman sangat diharapkan semua orang di Papua. Pihaknya, kata Yanto, sangat mengapresiasi bahwa masyarakat Papua membutuhkan kedamaian.

“Pertama, kita mempunyai potensi sumber daya alam, potensi ini kalau tidak aman ini tidak akan berguna. Tuhan sudah anugerahi kita dengan sumber daya alam yang begitu bagus. Semua ini kalau tidak aman, tidak bisa dikelola tidak ada manfaatnya. Oleh sebab itu, wajib orang Papua untuk memberikan apresiasi, terima kasih kepada TNI-Polri untuk menghadirkan kedamaian dan keamanan di Papua,” terangnya.

Di sisi lain, Yanto mengaku banyak mendengar di media dengan mengatakan bahwa Pepera 1969 itu cacat. Lantaran itu, kata Yanto, hadirnya P5 adalah untuk menjaga dan mengawal keputusan Pepera 1969. “Bahwa kita sudah menjadi bagian dari NKRI. Tidak ada yang cacat dan sudah tercatat juga di resolusi PBB hasil dari Pepera 1969 itu,” jelas Yanto.

Baca juga:  RATUSAN DOMBA RAMAIKAN LOMBA KETANGKASAN DI LANUD SURYADARMA

Sebagai anak-anak papua, keputusan para orangtua kala itu menurut Yanto, wajib mematuhinya. “Saya pikir apa yang diputuskan dalam Pepera 1969 itu cukup besar dan berdampak sampai saat ini,” ucapnya.
Yanto berpesan, agar generasi muda mencari menggali tentang kebenaran peristiwa 1 Desember 1961. Sebelumnya, Yanto mengaku hanya percaya bahwa Papua pernah menjadi negara sendiri. “Tapi setelah saya mencari tahu, saya membedah sejarah tentang itu dengan teknologi, informasi, saya mencari referensi-referensi sejarah. Bahwa saya tidak menemukan 1 Desember 1961 dimana orang Papua berkumpul memproklamirkan negara sendiri,” terangnya.

Penafsiran yang salah itu, tambah Yanto, membuat orang Papua tidak maju. Saat ini, waktunya bersaing menyejahterakan masyarakat Papua. “Pemerintah juga sudah mempunyai komitmen, beberapa petinggi negara ini (seperti) Panglima TNI, Kapolri, Pak Presiden sendiri sudah berkali-kali berkunjung ke Papua. Itu bukti bahwa mereka sangat peduli tentang rakyat Papua. Rakyat Papua merupakan saudara kandung daripada semua saudara-saudara yang ada di Republik Indonesia,” tandasnya.
Yanto Khomlay Eluay adalah putra dari mendiang Theis Hiyo Eluay, tokoh Pepera 1969. Dilahirkan 15 Oktober 1971 di Sentani, Jayapura dan merupakan Ondofolo Besar di Sentani saat ini. Ia pernah menjabat Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura tahun 2014-2017 dan menduduki jabatan Wakil Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura 2017-2019. Saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5), organisasi yang didirikan untuk menjaga dan mengawal Pepera 1969.

Baca juga:  Komandan Lanud Wiriadinata Mendukung Home Flight Navigasi Jarak Jauh (NJJ)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel